πKabar Gencatan Senjata AS-Iran Berhasil Angkat Kembali Harga Emas Hari Ini
Harga emas hari ini sukses bangkit mendekati level $4.500 per troy ons pada Jumat pagi setelah sempat terpuruk ke titik terendah dua bulan pada sesi sebelumnya. Rebound ini dipicu oleh draf kesepakatan awal perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari antara AS dan Iran yang dilaporkan oleh Bloomberg, yang turut membuka ruang dialog baru terkait program nuklir Tehran. Selain sentimen geopolitik yang mereda, pergerakan positif komoditas logam mulia ini juga didukung oleh rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang keluar sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga memicu aksi beli yang kuat dari para trader.
π’οΈ Isu Damai Timur Tengah Seret Harga Minyak Dunia Hari Ini ke Level Terendah
Penurunan harga minyak dunia hari ini berlanjut selama tiga hari berturut-turut hingga membuat minyak mentah WTI tertahan di kisaran $87,20 per barel akibat munculnya sentimen damai antara AS dan Iran. Draft kesepakatan gencatan senjata 60 hari tersebut berpotensi membuka kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, di mana Iran dilaporkan berkomitmen untuk membersihkan semua ranjau laut dalam waktu 30 hari. Optimisme berakhirnya sengketa ini telah menyeret harga minyak acuan AS merosot hampir 15% sepanjang bulan ini, sementara penurunan cadangan minyak dari data EIA yang tidak terlalu signifikan juga gagal menahan kejatuhan harga di pasar energi global.
πΊπΈ Wakil Presiden AS Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Sudah Semakin Dekat
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengungkapkan bahwa meskipun Washington belum mencapai kata sepakat secara final dengan Iran, posisi kedua belah pihak saat ini sudah sangat dekat untuk mengakhiri konflik. Vance menyebutkan situasi saat ini sangat menguntungkan AS untuk menghambat program nuklir Tehran, walau Gedung Putih mengakui masih menyelaraskan beberapa poin bahasa hukum dalam draf nota kesepahaman (MOU) sebelum ditandatangani oleh Presiden Donald Trump. Pengakuan optimistis dari JD Vance ini langsung memicu reaksi dinamis dan pergerakan volatilitas yang cukup tinggi di berbagai sektor pasar keuangan global sejak Kamis malam.
π΅ Indeks Dolar AS Menguat Tipis di Tengah Harapan Resolusi Konflik 60 Hari
Indeks Dolar AS (DXY) terpantau merangkak naik secara moderat mendekati posisi 99.00 pada perdagangan hari Jumat setelah munculnya laporan draf gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran, meski belum disetujui secara resmi oleh Presiden Donald Trump. Kendati meredanya tensi perang sempat melemahkan fungsi Dolar sebagai aset safe-haven, mata uang Greenback ini berhasil mendapat sokongan kuat dari rilis data Indeks PCE AS bulan April yang mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 3,8%. Angka inflasi yang sesuai prediksi pasar tersebut memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang akhirnya menopang kembali keperkasaan Dolar di pasar forex.
π¦πΊ Harga AUD/USD Hari Ini Bertahan di Atas Level 0.7150 Berkat Sentimen Damai
Grafik harga AUD/USD hari ini terpantau bergerak dalam rentang terbatas namun berhasil bertahan di atas area 0.7150, mencoba bangkit dari level terendah satu minggu pada sesi sebelumnya berkat dorongan draf gencatan senjata AS-Iran. Sentimen damai ini awalnya memberi angin segar bagi aset sensitif risiko seperti Aussie, namun laju kenaikannya tertahan karena para trader masih bersikap skeptis menunggu tanda tangan resmi dari Presiden Donald Trump. Selain itu, penguatan Dolar AS pasca rilis data inflasi PCE yang tinggi serta berkurangnya peluang Bank Sentral Australia (RBA) untuk menaikkan suku bunga pada bulan Juni ikut membatasi pergerakan naik pasangan mata uang ini.
πͺπΊ Euro Merangkak Naik ke Atas Level 1.1650 Merespons Progres Dialog AS-Iran
Mata uang tunggal Eropa mencatatkan keuntungan tipis terhadap Dolar AS hingga merangkak naik ke atas kisaran 1.1655 sebagai respons spontan para trader atas kemajuan rancangan gencatan senjata di Timur Tengah dan potensi dibukanya kembali Selat Hormuz. Dorongan bagi Euro ini juga diperkuat oleh rilis data pertumbuhan ekonomi serta inflasi inti PCE Amerika Serikat yang dilaporkan sedikit melunak secara bulanan, memberi harapan bahwa The Fed tidak akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunganya. Dengan meredanya tekanan dari Dolar AS, fokus perhatian para trader kini beralih sepenuhnya untuk mengantisipasi rilis data inflasi awal Jerman yang dijadwalkan keluar sore nanti.
π―π΅ Mata Uang Yen Jepang Bergerak Stagnan Setelah Rilis Data Inflasi Tokyo
Nilai tukar Yen Jepang (JPY) dilaporkan bergerak mendatar dan cenderung mengabaikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) wilayah Tokyo bulan Mei yang mendarat di angka 1,6% secara tahunan dengan inflasi inti tertahan di level 1,5%. Karena hasil rilis data ekonomi tersebut keluar persis sesuai dengan perkiraan pasar, mata uang Yen menunjukkan minim volatilitas dan tetap nyaman bergerak di koridor aman antara level 159.20 hingga 159.65. Kondisi inflasi yang masih berada di bawah target 2% ini memperkecil peluang Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga para trader memilih mempertahankan posisi carry trade mereka memanfaatkan lebar selisih bunga antara BoJ dan The Fed.
Market Outlook 29 Mei 2026
1. XAUUSD

2. USOil

3. Nasdaq

4. EUR/USD

5. USD/JPY

6. GBP/USD

Perubahan Harga Harian 29 Mei 2026

Kalender Ekonomi 29 Mei 2026

Disclaimer: Konten daily report bersifat spekulatif dan tidak menjamin. Seluruh transaksi yang diambil menjadi tanggung jawab nasabah.
Daily Report disediakan sebagai referensi untuk membantu trading harian Anda. Jika ada pertanyaan seputar market harian, silakan langsung menghubungi RM Anda.
