Home Berita Investasi Mengukur Dampak Pemilu Terhadap Dolar: Siapa Menang Pilpres AS 2020?

Mengukur Dampak Pemilu Terhadap Dolar: Siapa Menang Pilpres AS 2020?

by HSB
0 comment

Mengukur Dampak Pemilu Terhadap Dolar: Siapa Menang Pilpres AS 2020?

Study by Seputarforex.com

Hasil studi TD Securities baru-baru ini mengungkap adanya peningkatan korelasi antara nilai tukar dolar dan proyeksi hasil pemilu presiden AS 2020, dari sekitar 20 persen pada bulan Maret lalu menjadi sekitar 80 persen sekarang. Pertanyaannya, kandidat presiden mana saja yang bullish dan bearish bagi greenback? Editorial Seputarforex kali ini akan mengupas proyeksi dampak pemilu presiden AS 2020 terhadap dolar AS ke depan.

Siapa Saja Kandidat Pilpres AS 2020?

Pemilu Presiden AS akan digelar pada tanggal 3 November 2020. Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan akan maju lagi sebagai kandidat dari partai Republik untuk memperjuangkan masa jabatan kedua. Sedangkan mantan wapres Joseph Robinette “Joe” Biden, Jr digadang-gadang sebagai jago dari partai Demokrat.

Arah kebijakan Trump diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari haluan yang diambilnya selama ini, ditandai dengan stimulus fiskal agresif di dalam negeri dan proteksionisme dagang di luar negeri. Konflik versus China dan berbagai negara lain juga kemungkinan akan dilanjutkan. Semua ini berlawanan dengan posisi yang akan diambil oleh kandidat presiden dari Demokrat.

Proposal kebijakan Biden mencakup pembatalan atas pemangkasan pajak yang diumumkan oleh Trump pada tahun 2017. Rencana darurat untuk penyelamatan ekonomi yang dipaparkan tim kampanyenya memprioritaskan penyaluran subsidi langsung bagi lapisan ekonomi menengah ke bawah daripada korporasi besar.

Kebanyakan pakar kini memperkirakan Biden akan menerapkan bauran kebijakan yang terdiri atas pajak lebih tinggi, pengetatan regulasi bagi korporasi, serta peningkatan batasan birokrasi demi melindungi kelestarian lingkungan dan sosial. Belum diketahui apa yang akan dilakukan Biden terkait China, tetapi ia kemungkinan bakal bersikap lebih lunak terhadap negara-negara asing demi mengembalikan pamor AS di kancah internasional.

Kandidat Mana yang Jadi Favorit Dolar?

Bagi orang-orang di luar AS, Joe Biden menjadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding volatilitas Donald Trump. Akan tetapi, kalangan investor dan korporat AS agaknya lebih menyukai rencana ekonomi Trump daripada Biden.

“Argumennya adalah bahwa potensi kemenangan calon presiden Demokrat atau bahkan kemenangan telak aktual akan membuka jalan bagi pajak korporat AS yang lebih tinggi dan pengawasan yang lebih ketat atas perusahaan-perusahaan teknologi yang telah berkontribusi meningkatkan cuan pasar saham AS. Ini dapat memicu pembalikan kinerja relatif ekuitas AS dibanding wilayah lain, mendorong arus modal keluar dan melemahkan USD,” papar David Bloom, Kepala Riset FX Global di HSBC.

Valentin Marinov dari Crédit Agricole berpendapat senada. Katanya, “USD telah mendapatkan keuntungan signifikan dari bauran kebijakan Presiden Trump seperti stimulus fiskal agresif di dalam negeri dan proteksionisme dagang di luar negeri. Ini akan berakhir jika seorang presiden terpilih dari partai Demokrat.”

Kandidat Mana yang Punya Peluang Menang Lebih Besar?

”Dalam sebuah hasil studi yang dirilis akhir tahun lalu, JP Morgan Asset Management mencatat, “Sejarah sangat memihak petahana: Hampir tiga perempat presiden petahana berhasil terpilih kembali, dilihat dari pemilu sejak 1932. Sejak saat itu, presiden petahana tidak pernah gagal terpilih kembali kecuali jika sebuah resesi telah terjadi dalam masa jabatan mereka.”

Sepintas, penilaian itu menyiratkan besarnya peluang Trump untuk terpilih lagi dalam pemilu presiden AS 2020. Namun, analis dari JP Morgan AM menambahkan, “tingkat dukungan bagi Presiden Trump lebih rendah dibandingkan tingkat dukungan bagi presiden petahana lain ketika mereka memenangkan pemilu lagi.”

Elektabilitas Trump kian memburuk setelah merebaknya pandemi COVID-19. Peningkatan angka pengangguran dan kegagalan pemerintah mengendalikan penyebaran virus telah menumbuhkan ketidakpuasan masyarakat. Padahal sebelumnya pelaku pasar mengira wabah tidak akan sampai melumpuhkan AS.

Jika ditilik kembali dalam sejarah AS sejak Perang Dunia II, hanya ada tiga presiden petahana yang gagal terpilih kembali. Ketiga presiden itu adalah Gerald Ford, Jimmy Carter, dan George Bush Sr yang maju pemilu di tengah resesi. Trump bisa jadi bernasib sama dengan mereka.

Data dari mayoritas bandar judi politik online per 7 Agustus 2020 menunjukkan bahwa peluang kemenangan Trump masih lebih unggul daripada Biden. Tapi hasil survei terkait elektabilitas Biden vs Trump semakin ketat. Data YouGov dari survei 2-4 Agustus mematok probabilitas kemenangan Biden 49% dan Trump 40%. Ipsos bahkan mematok peluang Biden sampai 56% versus Trump 44%. Tingkat dukungan bagi Donald Trump versi Gallup juga sudah tumbang sampai 41% saja.

Meski demikian, tetap ada peluang hasil pilpres AS 2020 yang berlawanan dengan hasil survei awal seperti yang kita saksikan sekarang. Tengok saja dinamika pilpres AS 2016 di mana Hillary Clinton yang jadi jago polling malah keok gegara kalah dalam electoral college.

“Pemilu ini kemungkinan lebih ketat dibanding perkiraan banyak orang, sehingga mengembalikan kita (untuk mempelajari) apa yang diperhitungkan oleh pasar. Regresi Biden/Trump menyiratkan bahwa USD diperdagangkan dengan diskon moderat. Hanya sebesar 1.6 persen, tetapi mengisyaratkan bahwa pergeseran apa pun dalam hasil polling kemungkinan akan menguntungkan USD,” kata Mark McCormick, Kepala Strategi FX Global di TD Securities, “Bahkan lonjakan statistik acak untuk Trump mungkin cukup untuk mengguncang posisi pasar mata uang.”

Kesimpulan

Dari beragam fakta di atas, kita dapat menyimpulkan dua hal penting:

1. Pelaku pasar kini semakin memperhatikan proyeksi hasil pemilu presiden AS 2020, sehingga banyak pihak akan menyoroti perkembangan dalam hasil polling kandidat pilpres.

2. Donald Trump merupakan kandidat favorit pasar saat ini, sehingga kenaikan elektabilitasnya berpotensi memperkuat dolar AS. Sebaliknya, kenaikan dukungan bagi Joe Biden berpeluang semakin menekan dolar AS.

Hasil polling saat ini mengunggulkan Biden. Namun, bukan tidak mungkin elektabilitas Trump akan meningkat lagi jelang hari-H.

Fluktuasi proyeksi hasil pemilu presiden AS 2020 kemungkinan akan terus membayangi nilai tukar dolar AS. Untungnya hal ini justru memupus ketidakpastian lain bagi Greenback, yakni terkait kebijakan moneter Federal Reserve. Dalam upaya mempertahankan netralitas dan menghindari tuduhan partisan, The Fed kemungkinan bakal enggan mengubah kebijakan hingga pilpres AS 2020 berlalu.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang Anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan Anda dapat kehilangan pembayaran margin awal Anda. Pastikan Anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.

Klik disini untuk trading forex, emas, oil dan index saham di HSB Investasi. Segera daftar untuk mendapatkan kesempatan komisi trading hingga $0 / lot.

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288