Home Berita Fundamental Forex Ketegangan di Timur Tengah mereda, harga minyak AS turun di harga $54

Ketegangan di Timur Tengah mereda, harga minyak AS turun di harga $54

by HSB
0 comment

Kontrak berjangka WTI oil untuk bulan Oktober ditutup turun 0.37 dolar AS pada Senin (26 Agustus), atau 0.68%, di harga $53.80/barel. Harga minyak naik dan kemudian turun pada hari Senin, ditutup turun hampir 1%, pasca Presiden Prancis Mark Long mengemukakan harapan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk peningkatan pasokan minyak mentah Iran, Namun optimisme perjanjian dagang antara China dan Amerika Serikat telah menahan turunnya harga minyak.

Pada saat yang sama, kontrak berjangka bulan oktober ICE Brent Crude oil ditutup turun 0.5 dolar AS, atau 0.84%, di harga $58.84/barel.

Adanya negosiasi nuklir Iran diperkirakan akan membuat harga minyak di bawah tekanan

Presiden Prancis Mark Long mengatakan bahwa Presiden Iran Rohani dan Presiden AS Trump akan bertemu untuk menemukan solusi terkait kebuntuan nuklir.

Pendiri Again Capital John Kilduff mengatakan bahwa prospek negosiasi antara Presiden Trump dan Rohani adalah faktor dalam penurunan harga minyak. Setiap perjanjian penyelesaian AS-Iran secara alami akan mencakup sanksi ringan terhadap Iran, sehingga meningkatkan penjualan minyak, namun pasar hampir tidak mampu mengatasi tingkat pasokan saat ini.

Tahun lalu, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menarik diri dari kesepakatan nuklir pada tahun 2015, Trump berharap adanya pencapaian kesepakatan yang lebih besar tidak hanya terbatas pada program nuklir Iran, tapi membatasi dukungan agen-agen Iran di Suriah, Irak, Yaman dan Libanon terkait program rudal balistiknya. Pada bulan Mei tahun ini, Trump juga meningkatkan sanksi terhadap Iran dalam upaya untuk memotong ekspor minyak Iran.

Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group, mengatakan bahwa pasar saat ini sedang mengukur, dan jika ada kemajuan, kita akan melihat kemungkinan besar masuknya minyak Iran ke pasar.

Optimisme perjanjian dagang membatasi penurunan harga minyak

Harga minyak terdorong setelah Trump mengatakan keyakinan bahwa China benar-benar ingin mencapai kesepakatan di pertemuan akhir KTT G7 di Biarritz, Prancis.

Harga minyak turun sekitar 20% dari rekor tertinggi 2019 pada April tahun ini, sebagian karena pasar khawatir tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, dan ketegangan perdagangan mengganggu ekonomi global yang dapat mengurangi permintaan minyak.

Analis SEB Bjarne Schieldrop mengatakan pasar minyak mengkhawatirkan dampak pada pertumbuhan ekonomi global dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan AS.

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288