RINGKASAN 31 Januari 2020

  • Dollar Melorot Paska Keputusan Suku Bunga The Fed
  • Emas Perkasa Merespon Komentar Fed Powell
  • Minyak Turun Tajam Akibat Laporan Stok Cadangan Minyak Yang Tinggi

Dollar Melorot Paska Keputusan Suku Bunga The Fed

Dollar melemah kemarin setelah rilisan data ekonomi AS yang bervariasi, serta penguatan poundsterling setelah Bank of England (BoE) mempertahankan kebijakan di tengah kuatnya data ekonomi Inggris yang terakhir dirilis. Data semalam menunjukkan PDB AS tumbuh 2,1% di kuartal 4-2019, diatas perkiraan. Namun pertumbuhan tersebut hanya didukung oleh penurunan impor, sementara penjualan domestik swasta hanya naik 1,4%, pertumbuhan terlambat dalam empat tahun. Ekonomi AS telah didukung oleh pembelanjaan konsumen yang kuat mengimbangi kelemahan di bidang lain, seperti investasi bisnis dan manufaktur. Data lain, jobless claims turun 216 ribu, di atas perkiraan 215 ribu.

Permintaan terhadap aset berisiko berpeluang meningkat dalam jangka pendek dibalik pernyataan terbaru dari WHO yang meredakan kekhawatiran akan virus Korona dimana mereka memuji cara penanganan Tiongkok dalam menghadapi Wabah tersebut.

Fokus pasar lainnya pada hari ini akan tertuju kepada perkembangan Brexit menjelang detik-detik keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Selama pasar tidak mendapatkan perkembangan positif, maka poundsterling berpeluang terimbas aksi profit taking setelah menguat cukup tajam.

Emas Terimbas Aksi Profit Taking Paska Data Ekonomi China

Emas melorot dari titik tinggi intraday $1585 per troy ons, ke level $1570 per troy ons setelah dilaporkan aktivitas manufaktur China stagnan di bulan January, namun sektor jasa dilaporkan meningkat, meski terdapat kecemasan virus Corona.

Virus corona telah menyebar ke lebih 15 negara dan menjadi kekhawatiran kesehatan global. Kasus virus corona juga ditemukan di Illinois AS, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Virus tersebut meningkatkan kekhawatiran prospek pertumbuhan China, yang memicu aksi jual di pasar keuangan dan mendorong investor ke safe haven, seperti emas, mata uang yen dan Swiss Franc.

Secara keseluruhan Emas masih potensial bergerak bullish dengan zona beli tampak di kisaran 1545, dan area 1586 masih menjadi zona sell.

Minyak Berada Dalam Tekanan, Nantikan Pertemuan OPEC

Virus corona masih menjadi sentimen negatif untuk minyak, tertekan hampir -13% secara mingguan. Virus tersebut sudah menelan 170 orang meninggal dunia di China dan lebih dari 8000 ribu orang terinfeksi, dan menyebar sedikitnya ke 18 negara. Dimana para investor khawatir mewabahnya virus tersebut akan menjadi masalah besar bagi permintaan minyak.

China merupakan konsumen minyak terbesar no 1 dunia dan virus tersebut telah menginfeksi wilayah-wilayah vital transportasi, seperti kereta api dan bandara udara. Maskapai penerbangan dari Perancis, Kanada, serta AS telah menangguhkan penerbangannya ke Tiongkok.

Produsen mobil besar, seperti Toyota, BMW juga menghentikan produksinya di Tiongkok, alhasil harga minyak berpotensi turun ke bawah $50 jika tanpa intervensi OPEC. Arab Saudi mengusulkan rapat pertemuan OPEC dimajukan ke bulan February untuk pembahasan rencana OPEC.

market performance hsb 31 januari 2020

market technical overview hsb 31 januari 2020

index technical overview hsb 31 januari 2020

market mover calendar hsb 31 januari 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.