RINGKASAN 29 Januari 2020

  • Dollar Menguat Didukung Data Ekonomi, Fokus Pada FOMC Meeting
  • Emas Terkoreksi Tajam Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
  • Minyak Membentuk Pola Double Bottoms, Berpeluang Rebound

Dollar Menguat Didukung Data Ekonomi, Fokus Pada FOMC Meeting

Dollar menguat lagi khususnya terhadap mata uang Yen Jepang dan Swiss Franc, setelah dirilis data ekonomi AS yang solid. Laporan durable goods orders naik 2.4% di bulan Desember, sedangkan tingkat keyakinan konsumen AS melambung jadi 131.6 melampaui estimasi 128. Solidnya data ekonomi AS menjelang rapat FOMC meeting nanti malam kemungkinan akan menyebabkan pandangan optimistis dari Gubernur Fed, Jerome Powell dalam jadwal konferensi pers setelah keputusan suku bunga The Fed nanti malam.

Selain itu para pelaku pasar juga akan memperhatikan bagaimana komentar Fed Powell terhadap dampak Corona Virus terhadap perekonomian AS. Sejauh ini terdapat optimisme baru dari para investor, dimana Corona Virus ini meski penyebarannya cepat, namun tidak terlalu mematikan karena sudah dilaporkan ada yang bisa sembuh dari penyakit ini di Tiongkok.

Pairing AUDUSD berpeluang menguat dari zona demand 0.6750, setidaknya mengincar area 0.6800. Namun USDCHF berpotensi melanjutkan penguatan lebih lanjut ke kisaran 0.9761 sebelum menuju target resisten 0.9800.

Emas Terkoreksi Tajam Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Emas berbalik melemah akibat aksi profit taking para pelaku pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed nanti malam. Setelah dirilis serangkaian data manufaktur AS yang positif, antara lain indeks manufaktur Dallas, dan Richmond, kemungkinan mengindikasikan pemulihan sektor manufaktur AS, dikombinasikan dengan data keyakinan konsumen yang solid, maka terdapat banyak alasan bagi bank sentral untuk tidak memangkas suku bunganya lagi dan justru Fed Powell kemungkinan akan bernada lebih optimis terhadap perekonomian AS, yang artinya event FOMC nanti malam berpotensi untuk menopang Dollar lebih lanjut, sebaliknya Emas berisiko negatif.

Namun pelemahan Emas kemungkinan akan dimanfaatkan sebagai peluang beli kembali oleh para pelaku pasar, mengingat resiko CoronaVirus pada perekonomian Tiongkok secara nyata masih berpeluang memacu kembali harga Emas. Titik Support 1556 dan 1535 dapat menjadi zona buying Emas. Maksimal zona buy Emas mungkin tmpak di kisaran 1518.

Maka strategi trading jangka pendek adalah perbanyak posisi jual dulu selama harga masih dibawah resisten 1588, dengan menuju target support, namun ketika harga Emas sudah jatuh tajam melewati area 1556, mulai perbanyak posisi beli Emas kembali.

Minyak Membentuk Pola Double Bottoms, Berpeluang Rebound

Minyak berhasil bergerak naik, setelah tembus zona resisten 53.25, yang merupakan validasi pola Double Bottoms secara teknikal mengindikasi rebound harga minyak. Faktor fundamental yang mendukung antara lain meredanya kekhawatiran para investor atas penyebaran virus Corona, setelah komentar kepala WHO yang mendukung upaya Tiongkok untuk mengalahkan wabah tersebut.

Selain itu terdapat bocoran dari produsen OPEC yang berencana memperpanjang pengurangan produksi minyak, untuk menyetabilkan harga minyak ditengah prospek penurunan permintaan minyak Tiongkok. Zona Buying minyak tampak di kisaran 52.70 – 53.25, sementara di sisi atasnya, zona selling di kisaran 55.80 & 59.50.

market performance hsb 29 januari 2020

market technical overview hsb 29 januari 2020

index technical overview hsb 29 januari 2020

market mover calendar hsb 29 januari 2020-01

market mover calendar hsb 29 januari 2020-02

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.