RINGKASAN 27 Januari 2020

  • Dollar Stabil Nantikan Laporan GDP & Pernyataan Bank Sentral
  • Emas Sideways Setelah Mencapai Target Resisten $1580
  • Minyak Anjlok Tajam Akibat Kecemasan Corona Virus

Dollar Stabil Nantikan Laporan GDP & Pernyataan Bank Sentral

Dollar menguat atas rival-rivalnya setelah data yang menunjukkkan PMI sektor jasa yang solid mampu menutupi data manufaktur yang dirlis lebih rendah dari perkiraan. PMI manufacturing AS turun ke level terendah di Januari, namun PMI sektor jasa naik ke level tertinggi sejak Maret tahun lalu.

Dollar stabil secara keseluruhan setelah pasar melihat ekonomi AS masih lebih baik jika dibanding negara-negara lainnya. Hal itu terlihat dari data-data AS yang dirilis di minggu sebelumnya, seperti retail sales yang naik melebihi perkiraan, serta data pembangunan rumah. Selanjutnya jika data ekonomi AS pekan ini kembali naik melampaui estimasi, maka Dollar AS berpeluang lanjutkan penguatan terhadap berbagai mata uang utama. Namun sebaliknya jika data ekonomi AS mengecewakan khususnya pada data GDP, maka Dollar AS berpotensi merosot tajam dari level tingginya.

Selain itu para pelaku pasar juga akan menunggu pengumuman suku bunga BoE dan FOMC di pekan ini. Meski belum ada perkiraan perubahan suku bunga, namun pernyataan pejabat bank sentral Inggris diperkirakan cenderung dovish yang berdampak pada potensi pelemahan Poundsterling.

Emas Sideways Setelah Mencapai Target Resisten $1580

Emas naik ke level $1588.40 per troy ons akibat tiga serangan roket di Kedubes AS di Baghdad memicu kembali ketegangan Timur Tengah.

Faktor positif Emas ditambah lagi sentimen pengalihan resiko akibat kejatuhan indeks saham global menjelang rilis data GDP AS yang diperkirakan lemah, ditambah kecemasan penyebaran virus Wuhan turut melemahkan prospek pemulihan ekonomi. Di jangka pendek ini Emas diperkirakan masih sideways dengan range trading antara $1577 – $1588. Aksi Beli dapat dilakukan di area $1577, untuk memanfaatkan rebound tipis ke $1588. Sementara penutupan Gap di $1564 – $1571, dapat juga dijadikan zona buying Emas untuk memanfaatkan swing harga ke $1592.

Pelaku pasar mengawasi dengan hati-hati perkembangan seputar wabah koronavirus yang telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang, sebagian besar di Tiongkok, 56 orang telah meninggal. Dan virus ini juga telah menyebar ke AS, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Australia, Prancis, dan Kanada.

Minyak Anjlok Tajam Akibat Kecemasan Corona Virus

Minyak mentah AS berjangka anjlok lagi melanjutkan pelemahan mingguan hampir -9.8% ke level $52.90 per barrel karena dikabarkan meningkatnya penduduk Tiongkok yang terinfeksi virus Corona. Jumlah kenaikan orang yang terinfeksi dilaporkan naik secara eksponensial, sementara beberapa negara tetangga dilaporkan mengalami kenaikan kasus yang terinfeksi. Alhasil penutupan kota yang berpenduduk sebanyak 33 juta orang, menyebabkan banyak orang tidak bekerja lagi, selain itu berbagai industri juga tidak berproduksi lagi sehingga menurunkan tingkat permintaan minyak yang sudah oversupply.

Pelemahan minyak diperkirakan masih berlanjut setidaknya mengincar target $51.80 per barrel sebelum mengincar level support kunci $50.60 per barrel. Level resisten yang sekaligus menjadi zona supply di kisaran $54.10 dapat menjadi zona yang menarik untuk melakukan aksi selling minyak WTI (USOil).

market performance hsb 27 januari 2020

market technical overview hsb 27 januari 2020

index technical overview hsb 27 januari 2020

market mover calendar hsb 27 januari 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.