RINGKASAN 24 Januari 2020

  • Dollar Perkasa Terhadap Euro, Yen Diuntungkan Aksi Hindar Resiko
  • Emas Berpotensi Meroket Incar Target $1580 per troy ons
  • Minyak Rebound Tipis Tertolong Laporan Crude Oil Inventory

Dollar Perkasa Terhadap Euro, Sementara Yen Jepang Diuntungkan Sentimen Hindar Resiko

Berbagai mata uang utama anjlok tajam karena penguatan Dollar yang menjadi perkasa akibat sentiment pengalihan resiko ke mata uang safe haven seperti Dollar dan Yen Jepang. Sentimen pengalihan resiko dipicu oleh kekhawatiran penyebaran CoronaVirus yang mematikan dari Tiongkok, seiring dengan keputusan pemerintahan Xi Jinping mengkarantina 12 juta orang di kota Wuhan. Dampak negative pada tingkat belanja China dan ekonomi negara tetangga menjadi kecemasan utama para pelaku pasar.

Alhasil mata uang Yen Jepang diuntungkan dari arus pengalihan resiko ini, sementara Dollar juga menguat tajam khususnya terhadap nilai tukar Euro setelah konferensi pers Presiden ECB, Lagarde menyatakan bahwa resiko ekonomi zona Euro masih condong miring kebawah. Selanjutnya durasi pelemahan Euro akan bergantung pada rilis data manufaktur PMI untuk bulan January yang dirilis pada pukul 16.00 WIB nanti, penurunan Euro diperkirakan akan kembali menguji level support kunci 1.1035, sebelum melanjutkan penurunan ke kisaran 1.0950.

Emas Berpotensi Meroket Incar Target $1580 per troy ons

Aset safe haven lain seperti Emas stabil di tengah aksi hindar resiko di bursa saham global akibat kecemasan CoronaVirus. Katalis negatif lainnya untuk Emas adalah penurunan yield obligasi AS tenor 10-tahun. Selanjutnya pasar investor akan memperhatikan penyebaran virus mematikan ini di Tiongkok, yang sepertinya makin memberikan konsekuensi buruk jika melihat fakta sebanyak 12 juta orang dikarantinakan.

Jika berkaca pada sejarah, penyebaran virus SARS tahun 2003 lalu di Tiongkok menyebabkan penurunan laju retail sales dari 9.3% ke 4.3% dalam waktu 2 bulan, sehingga dampak CoronaVirus kali ini kemungkinan akan serupa, dan memberikan resiko koreksi besar di indeks saham global. Mengingat adanya resiko terjadi koreksi besar di bursa saham global, maka pilihan aset aman adalah Emas dan obligasi. Kenaikan Emas berpotensi berlanjut mengincar target $1580 per troy ons. Sedangkan level support dibawahnya yang terdekat tampak di kisaran $1545 per troy ons.

Minyak Rebound Tipis Tertolong Laporan Crude Oil Inventory

Harga Minyak berhasil rebound dari titik nadir $54.80 per barrel kemarin yang sekaligus merupakan titik terendah 8 minggu, dimana pelemahan dipicu oleh kekhawatiran lemahnya permintaan di tengah penyebaran CoronaVirus yang mematikan. Namun minyak mentah AS berjangka berhasil rebound tipis setelah data pasokan cadangan minyak EIA mengalami penurunan signifikan mengindikasikan laju permintaan minyak masih solid, selain itu terdapat pernyataan badan kesehatan dunia WHO, bahwa CoronaVirus belum memicu situasi darurat kesehatan global. China telah mengisolasi kota Wuhan yang berpenduduk 12 juta orang dengan melarang perjalanan keluar dari kota terebut meski libur Imlek. Di jangka pendek, jika rejection candle minyak masih valid, diatas area 54.80, maka terbuka peluang rebound harga ke kisaran 56.50. Zona supply yang dapat menjadi incaran aksi jual minyak tampak di kisaran 59.50 & 58.00.

market performance hsb 24 januari 2020

market technical overview hsb 24 januari 2020

index technical overview hsb 24 januari 2020

market mover calendar 24 januari 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.