RINGKASAN 21 Januari 2020

  • Dollar Potensial Melemah Menjelang Sidang Pemakzulan Trump
  • Indeks Saham Asia Terkoreksi Tajam Akibat Kecemasan Corona Virus
  • Emas Melambung Jelang Imlek

Dollar Potensial Melemah Jelang Sidang Pemakzulan Trump

Poundsterling menunjukkan pergerakan yang lebih volatile diantara mata uang utama lainnya, dimana para pelaku pasar mengantisipasi pemangkasan suku bunga BoE di akhir bulan. Namun penurunan Poundsterling diperkirakan terbatas, karena masih ada prospek pemangkasan suku bunga BoE mungkin hanya dilakukan sekali, sehingga pair GBP justru menarik untuk dibeli jika mengalami penurunan signifikan.

Fokus minggu ini akan tertuju pada data tenaga kerja dan manufaktur PMI Inggris, jika kedua data ini lemah dan mengkonfirmasi prospek pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris, pairing GBPUSD berpotensi melemah dulu ke zona support nya di kisaran 1.2960 – 1.2980.

Selain itu fokus juga akan tertuju pada rapat suku bunga BoJ, data ekonomi Jepang sebagian besar dilaporkan meleset dibawah estimasi, menunjukkan penurunan ekonomi Jepang akibat kenaikan pajak penjualan Jepang di bulan Oktober.

Sementara pairing EURUSD juga cukup menarik, dimana mata uang Euro berpotensi tertopang setelah permasalahan tarif dagang antara Eropa dan AS untuk sementara berhasil ditepis setelah Presiden Prancis Macron dan Trump meraih kesepakatan sementara, pairing EURUSD berpotensi rebound mengincar target 1.1125 – 1.1200, terutama seiring dengan sikap hati-hati para investor pada sidang pemecatan Trump yang menyebabkan Dollar potensial untuk melemah terhadap Euro.

Indeks Saham Asia Terkoreksi Tajam Akibat Kecemasan CoronaVirus

Saham-saham Asia ambruk menembus level support utama, sedangkan indeks saham US, Dow Jones futures merosot 100 poin lebih, sedangkan aset safe haven seperti obligasi dan Emas melonjak akibat para pejabat Tiongkok mengkonfirmasi penyebaran corona virus yang mematikan ke negara Asia lainnya. Dilaporkan Thailand, Jepang dan Korea Selatan turut menjadi korban penyebaran virus mematikan tersebut dari China.

Katalis negatif lainnya adalah pemangkasan rating kredit Hong Kong oleh lembaga pemeringkat kredit Moody’s, memicu kecemasan atas laju ekonomi Hong Kong. Alhasil indeks saham Hong Kong (HK50) anjlok tajam hingga 1000 poin dalam 2 hari terakhir ke level support 28200 sejauh ini. Melihat kedepan masih ada potensi rebound ke 28400 – 28500, sebelum melanjutkan trend penurunan ke 27900 dan 26500 di jangka panjangnya.

Perhatian juga akan tertuju pada sidang pemakzulan Presiden AS, Donald Trump malam nanti, sekembalinya warga AS dari libur akhir pekan panjang kemarin. Persidangan pemakzulan Trump atas tuduhan penggunaan kekuasaan secara berlebihan oleh partai Demokrat AS. Persidangan akan dilaksanakan selama 6 hari kerja dan mungkin diselesaikan dengan voting. Walau mayoritas pasar memandang Senat tidak akan menyatakan Trump bersalah, sikap hati-hati sebagian pelaku pasar saham akan membatasi pergerakan harga hingga perkembangan lebih lanjut.

Emas Melambung Jelang Imlek

Emas menguat tajam tembus diatas level resisten 1562, seiring kekhawatiran geopolitik Timur Tengah yang dilaporkan roket mendarat di Irak, dekat kedubes AS selain itu sentimen negatif di bursa saham akibat penyebaran CoronaVirus, dan pemakzulan Trump turut menambah minat safe haven Emas menjelang libur Imlek.

Penguatan Emas selanjutnya mengincar target 1570 dan 1584. Sementara support terdekat tampak di area 1553 – 1562 yang dapat menjadi zona bidikan untuk melakukan buy Emas. Level support utama tampak di kisaran 1535.

market performance 21 januari 2020

market technical overview 21 januari 2020

index technical overview 21 januari 2020

market mover hsb 21 januari 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.