RINGKASAN 20 Januari 2020

  • Dollar Mixed Di Libur Market US, Nantikan Katalis Baru
  • Indeks Saham Nantikan Katalis Negatif Untuk Memicu Koreksi Tajam
  • Minyak Melambung Akibat Gangguan Pasokan Irak dan Libya

Dollar Mixed Di Libur Market US

Dollar mengalami penguatan terhadap berbagai mata uang utama terkecuali terhadap Swiss Franc, dan Dollar Kanada. Penguatan Dollar terpicu oleh membaiknya data retail sales, aktivitas manufaktur maupun data sektor perumahan AS. Selain itu stabilnya imbal hasil obligasi AS serta penguatan indeks saham Wall Street turut menambah minat para investor terhadap Dollar.

Melihat kedepan, data ekonomi yang dirilis cukup minim dari AS, selain itu sebagian market US masih libur hari raya Martin Luther King, sehingga jika tidak ada berita geopolitik utama, kemungkinan pairing USDJPY tidak akan terpengaruh dan tetap melanjutkan trend penguatan.

Di lain sisi, data ekonomi Inggris yang lemah dan menunjukkan kontraksi memperbesar peluang pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris, sehingga pairing GBPUSD diperkirakan melemah terhadap Dollar mengincar target support 1.29.

Perhatian juga akan tertuju pada pengumuman suku bunga ECB dan BoC yang dapat mempengaruhi pairing EURUSD maupun USDCAD. Data ekonomi Eropa masih menunjang penguatan EURUSD hingga ke 1.12 dalam beberapa pekan mendatang, namun pairing USDCAD tampak terkonsolidasi dalam range trading yang sempit menunggu breakout ke salah satu arah.

Indeks Saham Wall Street Menantikan Katalis Negatif Untuk Terkoreksi Tajam

Saham-saham Asia mendekati level tertinggi 20-bulan di awal perdagangan hari ini, didukung oleh penguatan saham Wall Street ke level all time high di akhir minggu lalu. Namun mengawali perdagangan awal pekan ini, pasar US libur Martin Luther King, sehingga pasar saham diperkirakan tidak banyak bergerak sampai market US normal kembali.

Jika memperhatikan indikator teknikal, banyak oscillator seperti RSI dan Stochastic yang telah menunjukkan harga mencapai titik jenuh beli / overbought, namun menantikan koreksi tajam di indeks saham akhir-akhir ini sangat sulit, bahkan jika diperhatikan komponen indeks S&P500, para pelaku pasar sedang mendiskon data ekonomi yang sempurna, dimana berbagai saham perusahaan berada di level tertinggi sejak January 2018, namun indeks saham global justru berada pada resiko 3-5% koreksi, namun menunggu berita yang benar-benar buruk sebelum dapat mengharapkan adanya koreksi tajam minimal sekitar 3-5% koreksi.

Ada beberapa agenda yaitu; tiga bank sentral dunia akan menggelar rapat regularnya, yaitu BoJ, BoC dan ECB. Ketiga bank sentral tersebut diperkirakan masih tetap mempertahankan kebijakannya, namun pasar akan mencermati arah kebijakan ke depan melalui pernyataan ketuanya. Sementara data-data ekonomi yang akan hadir antara lain PMI di zona euro, Inggris dan AS.

Minyak Melambung Akibat Terhentinya Produksi Minyak Irak dan Libya

Minyak mentah AS berjangka dibuka gap naik, dimana lonjakan harga minyak di pembukaan hari Senin pekan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan Timur Tengah dan Afrika Utara setelah produksi ekspor dari negara produsen kunci seperti Libya dan Irak terhenti.

Irak menghentikan output sementara di hari Minggu kemarin, sedangkan perusahaan minyak negara Libya, National Oil Corp mengumumkan force majeure setelah pengumuman pemblokiran ekspor pelabuhan oleh komandan Khalifa Haftar. Saat ini terdapat kecemasan konflik Iran – AS masih jauh dari usai, dan berpotensi menyebar ke negara tetangga.

market performance 20 januari 2020

market technical overview 20 januari 2020

index technical overview 20 januari 2020

market mover calendar 20 januari 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.