RINGKASAN 17 Januari 2020

  • Dollar Potensial Melemah, Mata Uang Non Dollar Berpeluang Naik
  • Emas Stabil Berupaya Targetkan Resisten $1565
  • Minyak Mencatat Penguatan Terbesarnya Dalam 2-Pekan

Dollar Potensial Melemah, Mata Uang Non Dollar Berpeluang Naik

Dollar menguat kemarin setelah data yang penjualan ritel inti AS tumbuh 0.7% melampai estimasi 0.5%. Solidnya data core retail sales ini menunjukkan perekonomian AS yang solid. Namun Dollar diperkirakan melemah lagi nanti malam seiring dengan jadwal rilis data ekonomi perumahan AS yang diperkirakan melemah di akhir tahun, setelain itu data sentiment konsumen AS turut diperkirakan melemah akibat tensi ketegangan Iran – AS.

Di sisi lain Poundsterling masih stabil diatas level psikologis 1.3000 meski data ekonomi Inggris lemah, menopang  estimasi pemangkasan suku bunga BoE, oleh sebab itu meski Dollar melemah terhadap mata uang non Dollar, namun pengecualian terhadap GBP, yang berpotensi menunjukkan kinerja buruk dibanding mata uang non Dollar lainnya seperti Aussie, dan Swiss Franc.

Sementara itu, mata uang Euro juga menunjukkan aksi profit taking, setelah melambung signifikan. Fokus selanjutnya akan tertuju pada data penjualan ritel Inggris yang diperkirakan menunjukkan kenaikan tajam pada data BRC. Pairing AUDUSD diperkirakan masih berpotensi naik mengincar target diatas 0.6935, sementara pairing GBPUSD masih berpotensi mengincar target resisten 1.3100 dan EURUSD menuju target 1.1200.

Emas Stabil Berupaya Targetkan Resisten $1565

Emas stabil diatas level support $1540, meski terdapat berita kesepakatan dagang AS-Tiongkok, dimana isi kesepakatan dagang menunjukkan China akan membeli produk-produk AS senilai $200 milyar, serta memastikan perlindungan kekayaan intelektual dan hak paten antar kedua negara. Namun meski kesepakatan dagang fase pertama sudah rampung, tapi tarif kenaikan impor tidak dihapus dan bahkan masih berlaku sehingga Emas masih tertopang.

Katalis positif lainnya adalah kenaikan permintaan Emas menjelang libur Imlek yang biasanya turut menopang harga Emas. Area $1545 dapat menjadi zona bidikan beli Emas, untuk mengincar target $1565, tembus lagi diatas area tersebut berpotensi memicu kenaikan Emas mengincar next target di $1573 dan $1582 per troy ons.

Minyak Mencatat Penguatan Terbesarnya Dalam 2 Minggu

Minyak membukukan penguatan terbesarnya dalam dua minggu terakhir, seiring optimisme kesepakatan dagang AS-Tiongkok dapat memperbaiki tingkat permintaan minyak dunia serta kesepakatan antara AS, Kanada dan Meksiko turut menopang sentimen positif minyak.

Data pertumbuhan GDP Q4 China juga dirilis positif naik 6% sesuai estimasi, sementara laporan produksi industri China dilaporkan naik diatas perkiraan sehingga menunjang optimisme kenaikan permintaan minyak dari Tiongkok.

Zona Buy Minyak WTI tampak di area $57.80 per barrel, dengan target resisten di $60.10 per barrel. Di dalam kesepakatan dagang fase pertama, Tiongkok berkomitmen untuk membeli minyak, gas alam cair dan produk energi lainnya dari AS untuk senilai lebih dari $50 miliar untuk dua tahun kedepan.

market performance 17 januari 2020

market technical overview 17 januari 2020

index technical overview 17 januari 2020

market mover calendar 17 januari 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis PT Hanson Semesta Berjangka has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.