RINGKASAN 14 Februari 2020

  • Euro Terpuruk, Poundsterling Perkasa
  • Emas Diminati Seiring Kenaikan Kasus Kematian Virus Corona
  • Minyak Sulit Lanjutkan Penguatan Di Tengah Kasus Baru Corona

Euro Terpuruk, Poundsterling Perkasa

Dollar menguat kemarin, didukung oleh data inflasi AS. Namun kenaikan tertahan oleh penguatan poundsterling Data semalam menunjukkan CPI AS naik 0,2% di Januari, sesuai perkiraan. Namun inflasi tahunan naik 2,5%, diatas perkiraan 2,3%. Ketua the Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa laju inflasi yang lebih cepat dari perkiraan bisa membuat bank sentral lebih waspada.

Nilai tukar Euro paling terpuruk akibat penguatan Dollar ini, seiring ekspektasi baru bahwa ECB akan pertahankan suku bunga rendah dan ada potensi kucuran stimulus berkebalikan dengan The Fed, selain itu data ekonomi GDP zona Euro diperkirakan lemah, berkebalikan dengan laporan retail sales AS nanti malam yang berpotensi positif.

Sementara Poundsterling masih perkasa meski Dollar menguat, penguatan GBP dipicu oleh reshuffle kabinet pemerintah Inggris, dimana MenKeu Inggris Sajid Javid mengundurkan diri dan diganti oleh Rishi Sunak, yang memberikan harapan bahwa pajak akan dipangkas dan lebih banyak pengeluaran untuk infrastruktur sehingga memberi dampak positif untuk GBPUSD.

Emas Diminati Seiring Kenaikan Kasus Kematian Virus Corona

Harga emas naik ke level tertinggi 10 hari karena faktor safe haven di tengah meningkatnya jumlah kematian akibat virus Covid-19 China dan infeksi dari virus baru setelah provinsi Hubei yang paling parah menerapkan sistem klasifikasi baru yang memperluas cakupan diagnosa untuk wabah tersebut, yang telah menyebar ke lebih dari 20 negara. Korban tewas mencapai 1.367, naik 254 dari hari sebelumnya. Perubahan jumlah kematian Corona ini menyebabkan Emas masih diminati, meski di saat bersamaan indeks saham Dow dan Nasdaq masih stabil di level tinggi menunjukkan dinamika para pelaku pasar bahwa mereka masih lakukan aksi beli saham dan beli Emas ditengah ketidakpastian virus Corona.

Minyak Sulit Lanjutkan Penguatan Di Tengah Kasus Baru Corona

Harga minyak berhasil mempertahankan penguatannya kemarin setelah pasar yakin bahwa Rusia dan OPEC akan kembali memangkas produksinya untuk mengatasi permintaan minyak yang memburuk karena ancaman virus Covid-19 China. Pasar berharap OPEC dan aliansinya, termasuk Rusia sepakat untuk pemangkasan sebesar 600 ribu bph untuk mengimbangi turunnya permintaan minyak, meski Rusia masih mempertimbangkannya.

Sementara itu, berita terbaru dari Covid-19, China melaporkan adanya jumlah korban jiwa yang meningkat akibat virus tersebut. Korban tewas mencapai 1.367, naik 254 dari hari sebelumnya. Sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak 15,152 menjadi 59,804. Kenaikan jumlah kematian virus Corona ini menghambat penguatan harga minyak.

market performance hsb investasi 14 feb 2020

market technical overview hsb investasi 14 feb 2020

index technical overview hsb investasi 14 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.