RINGKASAN 13 Februari 2020

  • Euro Makin Terpuruk , Potensial Incar Target Titik Rendah 2017
  • Emas Diminati Seiring Kenaikan Kasus Kematian Virus Corona
  • Minyak Potensial Bearish Secara Teknikal

Euro Makin Terpuruk, Potensial Incar Target Titik Rendah 2017

Dollar kembali reli kemarin setelah testimoni kedua the Fed Jerome Powell yang tidak mendukung harapan adanya pemangkasan suku bunga. Dalam testimoni di hadapan kongres AS, Powell kembali menegaskan bahwa ekonomi AS masih solid dan memberikan sinyal bahwa the Fed tidak memangkas suku bunga lagi selama ekonomi masih berada pada jalurnya. Alhasil probabilitas pangkas bunga pada rapat FOMC pekan depan turun jadi sekitar 31% dibanding probabilitas 35% di hari sebelumnya.

Faktor penopang Dollar lainnya, adalah perkembangan politik pemilu Presiden AS, yang menunjukkan bahwa rival Trump dari Demokrat dinilai kurang kuat untuk mengalahkan Trump pada pemilu November mendatang, sehingga hal ini turut memicu optimisme di bursa saham AS, dan menambah minat pada asset Dollar.

Mata uang Euro paling terpuruk akibat penguatan Dollar, seiring kecemasan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa, terutama jika Jerman tidak segera kucurkan stimulus fiscal. Penembusan EURUSD dibawah area 1.0860, berpotensi menambah pelemahan ke kisaran 1.0700, bahkan terdapat resiko harga EURUSD turun menguji titik terendah 2017 di level 1.0341.

Emas Diminati Seiring Kenaikan Kasus Kematian Virus Corona

Harga emas bergerak variatif kemarin karena meningkatnya sentimen berisiko akibat laporan terbaru bahwa korban virus Corona melonjak jadi 60,000 kasus, dengan tingkat kematian menjadi 14,840, naik dari 2015 kasus kematian. Ruang penguatan emas masih terbuka lebar akibat kecemasan baru virus Corona ini terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang mungkin masih berbentuk L-shape, yang artinya recovery akan berlangsung cukup lama.

Harga emas berpeluang naik menguji resisten $1577 – $1580, bila minat terhadap aset aman berlanjut terutama jika data inflasi CPI nanti malam menunjukkan negatif untuk Dollar yang akan memacu penguatan Emas. Resiko penurunan Emas, masih bisa datang dari suntikan likuiditas Bank Sentral China, PBoC ke pasar keuangan untuk menolong perekonomian Tiongkok akibat virus Corona. Area support yang sekaligus menjadi zona demand Emas tampak di kisaran $1562 per troy ons.

Minyak Potensial Bearish Secara Teknikal

Harga minyak sulit melanjutkan penguatan diatas resisten psikologis $52.20 per barrel kemarin akibat laporan cadangan minyak AS mengalami kenaikan mengalami 7,5 juta barel, lebih besar dari perkiraan analis 3 juta barel. Kondisi oversupply minyak ini, dikombinasi dengan kasus kematian baru virus Corona yang melonjak diatas 14,000 akan mengindikasikan lemahnya tingkat permintaan minyak dari negara konsumen minyak terbesar kedua dunia di Tiongkok.

Harga minyak berpeluang turun menguji support terdekat $51.50 per barrel, anjlok lagi dibawah area tersebut berpeluang menambah tekanan turun ke kisaran $50.00 per barrel. Pola yang tampak pada timeframe H4 juga menunjukkan adanya pola Bearish descending triangle, yang biasanya mengindikasikan berlanjutnya trend penurunan minyak sejak anjlok tajam dari titik tinggi $65 per barrel.

market performance hsb investasi 13 feb 2020

market technical overview hsb investasi 13 feb 2020

index technical overview hsb investasi 13 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 13 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 13 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.