RINGKASAN 12 Februari 2020

  • Major Currencies Rebound Paska Komentar Optimis Gubernur Fed Powell
  • Emas Terkoreksi Akibat Penguatan Indeks Saham Global
  • Minyak Berpotensi Pulih Dari Kondisi Oversold

Major Currencies Rebound Paska Komentar Optimis Gubernur Fed Powell

Berbagai mata uang utama berhasil rebound terhadap Dollar setelah Gubernur Fed, Jerome Powell memberikan testimoni semi tahunan nya mengenai perekonomian dan kebijakan moneter. Para investor tampak menyukai komentar Powell, yang meyakinkan bahwa fundamental masih menopang tingkat belanja rumah tangga dan meski virus Corona memicu pelambatan ekonomi China dan berdampak juga ke ekonomi global, namun Powell menyatakan masih terlalu dini untuk khawatir pada dampak tersebut. Bank sentral akan memonitor resiko outlook ekonomi, namun kebijakan moneter masih akan tetap tidak berubah. Alhasil komentar positif Powell ini memicu penguatan indeks saham dan mata uang berimbal hasil tinggi.

Secara terpisah Euro rebound kemarin setelah dalam pidatinya kemarin ketua ECB Christine Lagarde menyerukan stimulus fiskal, terutama dari pemerintah Jerman, sebagai penopang utama ekonomi di kawasan tersebut. Stimulus fiskal kemungkinan akan mendukung pertumbuhan dan mata uang, kembalinya minat pasar terhadap aset berisiko, di tengah masih pesimisnya pernyataan ketua ECB semalam, berpeluang membantu EURUSD naik menguji resisten 1.0940 – 1.1000 selama bertahan di atas level 1.0895. Level support pada kisaran 1.0850 – 1.0880.

Emas Lanjutkan Pola Pergerakan Sideways

Harga emas terkoreksi cukup tajam setelah pernyataan ketua the Fed Jerome Powell, yang optimis terhadap ekonomi serta meredanya kekhawatiran virus corona. Investor melirik aset berisiko setelah jumlah kasus virus corona menurun, meredakan kekhawatiran atas dampak ekonomi global. Setelah menelan korban jiwa lebih dari 1000, penasihat medis tentang epidemi terkemuka Cina mengatakan bahwa infeksi mungkin berakhir pada bulan April, dengan jumlah kasus baru sudah menurun di beberapa tempat.

Emas juga tertekan setelah Powell mengatakan bahwa ekonomi AS cukup tangguh terhadap pandemi. Penguatan indeks saham global turut mengurangi minat para investor pada aset safe haven Emas. Harga emas berpeluang turun di tengah sikap pasar melemas aset aman, menguji support $1560 – $1565. level resisten $1570 – $1575.

Minyak Berpotensi Pulih Dari Kondisi Oversold

Harga minyak naik lebih dari 1% kemarin setelah penurunan tajam akhir-akhir ini mendorong investor yang mempunyai posisi short melakukan profit taking. Namun pasar masih dibayangi kekhawatiran virus corona wuhan, yang saat ini sudah menelan korban jiwa lebih dari 1000 di China. Virus tersebut sudah menyebar luas ke berbagai negara. Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemarin memperingatkan bahwa kasus-kasus di luar Cina bisa menjadi percikan api yang lebih besar. Kekhawatiran virus corona dan dampaknya terhadap permintaan minyak, serta naiknya pasokan minyak AS, membatasi kenaikan harga.

Sementara itu, Menteri Perminyakan Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa moskow sedang mempelajari rencana pengurangan output, setelah sebelumnya ragu-ragu. OPEC dan produsen minyak lainnya berusaha menstabilkan harga minyak, yang sudah jatuh 18% sejak virus corona mengganggu pertumbuhan China. Harga minyak berpotensi naik menguji resisten $50.60 – $51.00. Level support pada kisaran $49.20 – $49.70.

market performance hsb investasi 12 feb 2020

market technical overview hsb investasi 12 feb 2020

index technical overview hsb investasi 12 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 12 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 12 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.