RINGKASAN 10 Februari 2020

  • Dollar Masih Perkasa, Namun Berpotensi Koreksi
  • Emas Terimbas Aksi Profit Taking
  • Minyak Gagal Rebound Meski OPEC Berupaya Stabilkan Harga

Dollar Masih Perkasa, Namun Berpotensi Koreksi

Dollar menguat terhadap berbagai mata uang utama paska rilis data tenaga kerja AS, yang menunjukkan keyakinan para pelaku pasar bahwa ekonomi AS masih tetap solid jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya. Dollar juga menguat setelah upaya China untuk meredam kepanikan pasar akibat virus corona dengan menyuntikan dana ke pasar, serta berita yang menyebutkan ditemukannya vaksin virus tersebut. Reli dollar semakin tak terbendung setelah solidnya rilisan data ketengakerjaan AS. Non-farm payrol AS tumbuh 225 ribu di Januari, melebihi perkiraan pertumbuhan 163 ribu, sehingga hal ini menyebabkan tingkat suku bunga bank sentral AS diperkirakan masih tetap.

Perhatian selanjutnya akan bergeser pada laporan inflasi CPI dan retail sales yang diperkirakan negatif untuk Dollar, seiring dengan kekhawatiran global Corona Virus berpotensi menggerus tingkat permintaan konsumen dan berbagai bisnis. Fokus pasar pekan ini juga pada pidato dari para pejabat bank sentral dunia, diantaranya ketua The Fed, Jerome Powell, ketua ECB, Christine Lagarde, dan ketua BoC serta RBA, Stephen Poloz dan Phllip Lowe.

Emas Terimbas Aksi Profit Taking

Meredanya kekhawatiran virus corona memicu aksi profit taking terhadap emas. Logam mulia tersebut mencatat pelemahan mingguan untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu terakhir. Investor melirik emas sebagai lindung terhadap risiko ketidakpastian politik, ekonomi, serta reversal saham.

Secara terpisah Saham-saham Asia berjatuhan di awal perdagangan hari ini karena kekhawatiran penyebaran virus corona yang telah menembus rekor penyebaran virus dibanding kasus serupa virus SARS tahun 2003 silam. Para investor menilai bahwa virus corona kemungkinan akan berlangsung lama dan menginfeksi banyak orang, serta memukul pertumbuhan. Kejatuhan indeks saham global dipicu oleh sentimen negatif setelah keputusan pemerintah Tiongkok untuk menunda rilis data neraca perdagangan, yang dipersepsikan negatif bahwa angka neraca perdagangan terlalu buruk untuk dirilis sesuai jadwal.

Minyak Gagal Rebound Meski OPEC Berupaya Stabilkan Harga

Isu virus corona sepertinya masih akan menjadi fokus di minggu ini. Jumlah korban jiwa di China akibat virus tersebut sudah mencapai 800 orang, termasuk 1 di Filipina dan lainnya di Hong Kong. Selain isu virus, fokus lainnya adalah testimoni ketua the Fed Jerome Powell. Sementara data-data ekonomi penting yang akan dirilis antara lain; retail sales dan data inflasi AS.

Harga minyak turun dalam lima minggu berturut-turut ditengah kecemasan Corona serta data retail sales yang inflasi yang melemah. Meski OPEC berupaya menemukan cara untuk menstabilkan harga, harga minyak gagal terangkat. OPEC sudah berkomitmen untuk memangkas output sebanyak 2,1 juta bph, atau sekitar 2,1% dari permintaan global hingga kuartal 1 tahun ini. OPEC kemudian kembali mengajukan proposal untuk memangkas 600 ribu barel lagi untuk meredam kekhawatiran mengenai lemahnya permintaan karena mewabahnya virus, namun Rusia menundanya.

market performance hsb forex 10 feb 2020

market technical overview hsb forex 10 feb 2020

index technical overview hsb forex 10 feb 2020

market mover calendar hsb forex 10 feb 2020

market mover calendar hsb forex 10 feb 2020

market mover calendar hsb forex 10 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.