RINGKASAN 11 Februari 2020

  • Poundsterling & Euro Berupaya Bangkit Dari Titik Terendah
  • Emas Lanjutkan Pola Pergerakan Sideways
  • Arah Minyak Ditentukan Ekspektasi Pemulihan Ekonomi Tiongkok

Poundsterling & Euro Berupaya Bangkit Dari Titik Terendah

Poundsterling bangkit dari level terendah 2,5 bulan kemarin setelah jatuh tajam sejak awal bulan karena kekhawatiran bahwa Inggris akan gagal mencapai kesepakatan dagang dengan Uni Eropa dalam 11 bulan masa transisi.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada beberapa data ekonomi dalam negeri Inggris, antara lain laporan GDP Q4 2019, serta produksi industri Inggris raya selama Desember. Data-data terakhir menunjukkan momentum ekonomi Inggris meningkat sejak pemilu, namun kekhawatiran masih ada karena ketidakpastian deal Brexit sebelum akhir tahun untuk menghindari gangguan perdagangan.

Secara terpisah mata uang Euro sentuh titik terendah 2.5 tahun, bahkan para investor tampak melakukan aksi selling Euro sejak awal February. Minggu ini, perhatian akan tertuju pada data zona Euro bersamaan dengan laporan GDP Q4 Jerman dan zona Euro. Jika kedua data tersebut kembali lemah, maka nilai tukar EURUSD berpotensi lanjutkan trend penurunan ke target support 1.0825 – 1.0875. Di sisi atasnya, level resisten terdekat di 1.0950.

Emas Lanjutkan Pola Pergerakan Sideways

Harga emas menyentuh level tertinggi satu minggu di $1576 per troy ons, menjelang testimoni ketua the Fed Jerome, yang akan memberi gambaran mengenai bagaimana bank sentral menjaga ekonomi dari ancaman virus corona China. Namun selanjutnya, Emas diperkirakan merosot lagi ke kisaran support $1567 per troy ons, karena bank sentral Tiongkok kembali menyuntik likuiditas ke dalam pasar sebesar 100 milyar Yuan. Upaya suntikan likuiditas PbOC ini menambah optimisme di pasar saham bahwa kecemasan virus Corona dapat diatasi, dan sebaliknya berdampak negatif untuk Emas.

Secara keseluruhan Emas masih potensial lanjutkan pergerakan sideways, tembus lagi dibawah area 1567, seharusnya dapat menambah momentum pelemahan mengincar target 1562. Namun jika harga terpantul lagi diatas 1567, maka dapat memanfaatkan trading jangka pendek beli mengincar target resisten 1576.

Minyak Gagal Rebound Meski OPEC Berupaya Stabilkan Harga

Minyak bertahan dekat level $50 per barel di tengah tanda-tanda bahwa OPEC dan sekutunya mungkin tidak akan melanjutkan pertemuan darurat, meski pasokan global terus meningkat. Meski melemah, minyak berhasil rebound ditengah optimisme baru bahwa kecemasan virus Corona akan mencapai puncaknya di pertengahan February sehingga perekonomian dapat kembali pulih dan memberikan peluang beli minyak di harga murah.

Namun penguatan minyak diperkirakan belum terlalu banyak, karena masih terdapat perdebatan apakah pemulihan ekonomi Tiongkok akibat virus Corona berbentuk V-shaped atau L-shaped. Skenario pemulihan ekonomi V-shaped tentunya akan memicu kenaikan harga minyak secara signifikan, karena tingkat permintaan dapat pulih dengan cepat, sebaliknya pemulihan ekonomi berbentuk L-shaped akan terus memperpanjang tekanan di harga minyak karena tingkat permintaan energi dari Tiongkok tidak dapat pulih dengan cepat.

market performance hsb forex 11 feb 2020

market technical overview hsb forex 11 feb 2020

index technical overview hsb forex 11 feb 2020

market mover calendar hsb forex 11 feb 2020

market mover calendar hsb forex 11 feb 2020

market mover calendar hsb forex 11 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.