RINGKASAN 07 Februari 2020

  • Data Nonfarm Payrolls dan Dampaknya Terhadap Dollar
  • Para Investor Masih Akumulasi Beli Aset Emas Jelang Data NFP
  • OPEC Berupaya Dongkrak Harga Minyak Dari Titik Nadir

Data Nonfarm Payrolls dan Dampaknya Terhadap Dollar

Dalam 24 jam kedepan akan menjadi sesi perdagangan yang aktif di pasar keuangan, pertama-tama akan dirilis data neraca perdagangan Tiongkok, dilanjutkan rilis data tenaga kerja Amrik dan Kanada. Dollar sejauh ini masih melanjutkan penguatan sejak hari Kamis terhadap berbagai mata uang utama, bahkan dalam proses menyentuh level 110.00 terhadap Yen Jepang.

Secara terpisah indeks saham Dow Jones menanjak ke level rekor tinggi baru seiring penguatan indeks saham global untuk 4 hari berturut. Laporan laba korporat dikombinasi dengan pengumuman China untuk pangkas tarif impor senilai $75 milyar memacu optimisme pada Dollar dan indeks saham AS.

Selanjutnya fokus akan tertuju pada laporan data tenaga kerja nonfarm payrolls AS yang diperkirakan positif untuk Dollar, terutama setelah pejabat Bank sentral Federal Reserve menyatakan bahwa dampak corona Virus masih minim ke perekonomian AS. Presiden Fed San Fransisco, Daly menyatakan virus tersebut belum berdampak nyata pada perekonomian AS, dan nada positif ini juga diulangi ulah Presiden Fed Dallar, Kaplan.

Ketika mentradingkan data nonfarm payrolls, sentiment market memainkan peranan penting atas respon para pelaku pasar terhadap rilis data. Penguatan Dollar dan indeks saham ini mengindikasikan bahwa para investor masih menyukai pegang Dollar, seiring dengan data ekonomi yang stabil dan kebijakan moneter yang dipertahankan bank sentral. Oleh sebab itu data NFP diperkirakan akan positif, jika naik ke 160,000 melampuai estimasi, pairing USDJPY berpotensi melanjutkan penguatan ke 110.50, sedangkan EURUSD turun dibawah 1.0950. Sebaliknya jika data NFP meleset dibawah perkiraan namun masih diatas 135,000, maka pelemahan Dollar mungkin hanya terjadi sesaat, dan berhasil menguat lagi. Pelemahan Dollar yang signifikan akan dibutuhkan penurunan data NFP hingga dibawah 135,000 untuk memicu perubahan kebijakan moneter The Fed.

Para Investor Masih Akumulasi Beli Aset Emas Jelang Data NFP

Harga Emas menguat dekati level psikologis $1570 per troy ons karena ekspektasi bahwa bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunga rendah, serta ketidakpastian seputar dampak ekonomi dari epidemi coronavirus. Saat ini investor mengakumulasi posisi emas sebagai antisipasi kebijakan stimulus dan suku bunga rendah dari bank sentral dunia.

Sementara itu, jumlah korban jiwa di China saat ini mencapai 563 orang dan lebih dari ribuan orang di seluruh dikarantina. WHO Rabu lalu menepis berita mengenai adanya vaksin pencegah virus terus, yang turut menambah minat safe haven Emas menguji level resisten berikutnya di $1570 – $1578.

OPEC Berupaya Dongkrak Harga Minyak Dari Titik Nadir

Harga minyak bertahan setelah OPEC dan produsen minyak lainnya menyarankan untuk memangkas produksi sebesar 600 ribu bph untuk mengatasi dampak permintaan dari wabah virus corona. Namun mereka gagal menetapkan tanggal keputusan pemangkasan kuota produksi minyak setelah Rusia meminta waktu.

Minyak berpeluang naik menuju $51.80 – $52.50 per barrel, setelah China berencana menurunkan tarif atas barang-barang AS, yang berlaku pada 14 Februari. AS pun mengatakan akan melakukan hal yang sama atas produk-produk China.

market performance hsb forex 7 feb 2020

market technical overview hsb forex 7 feb 2020

index technical overview hsb forex 7 feb 2020

market mover calendar hsb forex 7 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.