RINGKASAN 4 Mei 2020

  • Arah Dollar Ditentukan Sentimen Risk Off Bursa Saham Global
  • Emas Tertopang Sentiment Perang Dagang Trump
  • Minyak Mencapai Teritori Overbought / Jenuh Beli

Arah Dollar Ditentukan Sentimen Risk Off
Bursa Saham Global

Dollar sempat tertekan setelah berita uji klinis Gilead Sciences yang relatif berhasil untuk obat Covid-19, namun trend Dollar diperkirakan masih dalam jalur penguatan jika indeks saham wall Street kembali mengalami tekanan jual, karena peran dollar sebagai safe haven. Apalagi di awal perdagangan pekan ini tampak aksi selloff di bursa saham Asia, dan berpotensi berlanjut pada pelemahan bursa saham Eropa merespon data ISM manufaktur yang
menunjukkan trend yang mengkhawatirkan. Fokus selanjutnya akan tertuju pada laporan pesanan barang, new export orders, dan sub komponen tenaga kerja. Namun para pelaku pasar masih tidak yakin pada laporan tenaga kerja Nonfarm Payroll pekan ini yang diperkirakan menunjukkan data 21.3 juta hilangnya tenaga kerja AS, dimana data ini berpotensi dilaporkan lebih negatif, mengingat data jobless claims mingguan telah mencapai 30 juta klaim
pengangguran dalam 6 kali report terakhir.

Emas Tertopang Sentimen Perang Dagang Trump

Harga emas kembali ke atas area psikologis $1700 setelah presiden Trump mengancam China dengan mengatakan bisa saja mengenakan bea masuk impor akibat cara penanganan virus corona yang dilakukan China sehingga menjadi pandemi global.Trump juga menuduh virus corona berasal dari Institut Virologi Wuhan, sebuah laboratorium di China. Bahkan ia mengatakan memiliki kepercayaan sangat tinggi. Situasi terbaru ini menyebabkan para pelaku pasar beralih ke sentimen risk off, dimana pamor safe haven Emas kembali meningkat. Area 1672 akan menjadi area buying, sementara target kenaikan Emas potensial mengincar area 1757 – 1764 per troy ons.

Minyak Mencapai Teritori Overbought/Jenuh Beli

Harga minyak rebound minggu lalu, dengan jenis WTI menguat 17% dan minyak Brent naik 24% sepanjang perdagangan minggu lalu. Beberapa sentimen yang mendukung penguatan minyak antara lain; data EIA yang menunjukkan cadangan minyak AS yang naik lebih kecil dari perkiraan dan turunnya cadangan bensin. Harga minyak juga naik setelah investor menyambut hangat atas temuan obat virus corona yang diproduksi Gilead. Pemangkasan produksi terpadu yang dilakukan oleh para produsen minyak global, yang disebut dengan GLOPEC
semakin menambah sentimen. Secara resmi, mereka akan memangkas produksi 9,7 bph dari pasokan. Namun Menteri Perminyakan Arab Saudi Abdul Azis bin Salman dan presiden AS Donald Trump berpendapat bahwa
pemangkasan bisa mencapai 20 juta bph, mendekati kerugian permintaan akibat Covid-19 yang sebesar 30 juta bph. Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan Saudi telah memproduksi lebih dari 11 juta bph di April ketika mereka melakukan perang harga dengan Rusia. Namun kenaikan Minyak telah mencapai teritori overbought / jenuh beli, sehingga minyak WTI potensial mengalami tekanan jual dari kisaran 21.20 – 23.20, dengan level support psikologis di kisaran 9.60 – 7.80 per barrel.

market performance hsb investasi 4 may 20

market technical overview hsb investasi 4 may 20

index technical overview hsb investasi 4 may 20

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB Investasi Forex has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.