performa & volatilitas forex, emas, oil, saham 27 mei 2020

rating oscillator & trend untuk forex, emas, oil 27 mei 2020

rating oscillator dan trend 27 mei 2020 untuk index saham

Dollar Terpuruk Akibat Membaiknya Selera
Resiko Para Investor

Mata uang Dollar melemah kemarin dibanding mata uang utama karena optimisme mengenai vaksin virus corona serta dibukanya kembali ekonomi dengan fase new normal berbagai negara. Perusahaan obat, Novavax dilaporkan melakukan uji coba vaksin pada manusia yang melaporkan perkembangan positif, menyusul laporan perusahaan obat lainnya Moderna. Merck juga dilaporkan untuk merencakan uji klinis tahun ini. Meski penemuan vaksin tersebut diperkirakan masih 12 bulan kedepan, namun progres solusi medis tersebut sudah cukup menopang keyakinan para investor, sehingga mengabaikan sentimen ketegangan AS-Tiongkok, mengurangi asset safe haven Dollar. Dengan meningkatnya selera berisiko telah menghantarkan bursa saham global menguat dan harga komoditas reli. Indeks S&P 500 naik ke atas level 3000 untuk pertama kalinya sejak 5 Maret. Ketegangan AS-China tidak menyurutkan selera berisiko, meski AS berulang kali mengkritik China penanganan terhadap pandemi. Kemarin, penasihat ekonomi Donald Trump mengatakan bahwa rencana China atas RUU keamanan merupakan
kesalahan besar dan Washington berjanji akan membayar perusahaan-perusahaan AS yang ingin keluar dari wilayah China. Faktor yang dapat merubah arah Dollar ini adalah resiko gelombang kedua penyebaran virus Corona, serta tensi geopolitik ASTiongkok. Namun selama kedua hal ini belum menjadi isu hangat, pergerakan Dollar masih cenderung tertekan terhadap berbagai mata uang utama.

Emas Incar Level Support Psikologis $1702 Per Troy Ons

Harga emas melemah kemarin akibat sederet sentimen positif di pasar aset berisiko, antara lain, perusahaan bioteknologi Novavax, mengujicobakan vaksin Covid-19 pada 130 orang dewasa di Australia. Presiden Trump juga menyatakan masih ada cukup persediaan rapit test untuk 200 ribu penduduk Amerika. Terkait tensi geopolitik AS-Tiongkok, meski pemerintah AS menempatkan 33 perusahaan Tiongkok dalam daftar perusahaan yang tidak dapat melakukan bisnis di AS, namun Tiongkok belum melakukan balasan yang cukup berarti, sehingga pasar lebih tenang. 50 negara bagian AS, Jepang, Inggris dan Jerman mulai membuka ekonomi dalam waktu dekat. Sentimen lainnya yang menekan harga emas adalah berakhirnya masa kontrak emas berjangka bulan Juni, yang mendorong trader menjual emas untuk menghindari margin call. Namun pelemahan Emas ke kisaran 1702 – 1688 potensial memacu minat beli kembali mengingat trend jangka Emas masih cenderung bullish.

Minyak Rentan Koreksi, Kenaikan Terbatas Di Kisaran $36 Per Barrel

Harga minyak menguat tipis kemarin diatas level $34 per barrel karena harapan meningkatnya permintaan, serta berkurangnya pasokan. Dari sisi permintaan, dengan dilonggarkannya aturan lockdown di Eropa dan India permintaan akan meningkat, setidaknya pada sektor transportasi. Menteri perminyakan India mengatakan bahwa
permintaan bensin India, yang sudah anjlok 60% selama lockdown, akan kembali level pra-corona di Juni. Sentimen bullish minyak dalam beberapa minggu terakhir adalah upaya pemangkasan output oleh OPEC+. Arab Saudi dan Kuwait berjanji akan memangkas produksi melebihi kesepakatan yang dicapai. Bahkan Rusia mengatakan bahwa pihaknya benar-benar berusaha mematuhi perjanjian kesepaktan tersebut. Penguatan minyak diperkirakan dapat berlanjut ke Top Range $36.50 – $37.10 per barrel, namun di area tersebut Minyak WTI rentan terkoreksi karena kondisi overbought/jenuh beli.

Disclaimer

Rate dan informasi di atas oleh edukasi dan analisa HSB Investasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dapat diandalkan, tetapi kami tidak dapat menunjukkan bahwa informasi di atas lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab pada setiap penawaran apapun untuk menjual atau meminta penawaran untuk membeli berdasarkan rate dan informasi di atas.

Klik disini untuk trading forex, emas, oil dan indeks saham di aplikasi smartphone trading all-in-one HSB Investasi.