RINGKASAN 27 Februari 2020

  • Berbagai Mata Uang Utama Terimbas Sentimen Risk Aversion
  • Emas Mengalami Koreksi Sehat, Potensial Pacu Minat Beli
  • Minyak Anjlok Seiring Pesimisme Penyebaran Virus Corona

Berbagai Mata Uang Utama Terimbas Sentimen Risk Aversion

Dollar bergerak mixed, namun cenderung menguat terhadap mata uang komoditas seperti Aussie dan New Zealand Dollar. Situasi market 2 hari terakhir tampak brutal bagi bursa Wall Street dengan indeks saham blue chip AS Dow Jones Industrial mengalami kejatuhan 2 hari terbesarnya dalam 4 tahun terakhir. Kemarin, sempat terjadi rebound tipis, namun penguatan hanya saat dan indeks saham berbalik negative akibat laporan adanya tambahan kasus penyebaran virus Corona ke AS dan Eropa. Headline negative yang menyeret bursa saham ini mempengaruhi berbagai mata uang utama, khususnya pada AUDUSD yang anjlok ke titik rendah baru 11-tahun sedangkan NZDUSD melemah ke level terendah 4-bulan. Sedangkan USDCAD juga melanjutkan trend penguatan, sedangkan GBPUSD anjlok lagi ke range terbawahnya. Namun mata uang Swiss Franc dan Yen Jepang cenderung menguat karena dianggap safe haven. Khususnya jika penyebaran virus Corona sudah menunjukkan dampaknya ke data ekonomi berbagai dunia.

Untuk alasan ini, maka dapat diperkirakan trend bearish USDCHF, USDJPY, AUDUSD, dan NZDUSD masih akan berlanjut, sampai setidaknya jumlah kasus Corona mencapai level tertingginya, dan terjadi penurunan angka kasus penyebaran virus tersebut.

Emas Mengalami Koreksi Sehat, Potensial Pacu Minat Beli

Harga emas menguat kemarin karena kekhawatiran penyebaran virus corona dan dampaknya terhadap ekonomi global, meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga dari bank sentral dunia. Di bulan ini, harga emas sudah naik lebih dari 3% dan mencapai level tertinggi tujuh tahun di $1688,66 di awal pekan ini, karena cepatnya penyebaran virus corona di luar China. Efek penyebaran virus tersebut bisa memukul ekonomi dunia dan memaksa bank-bank sentral global untuk memangkas suku bunga tahun ini.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada rilis data Core Durable Goods Orders dan Prelim GDP AS pada pukul 20:30 WIB dan data Pending Home Sales AS pada pukul 22:00 WIB, jika data ini positif berpotensi memicu koreksi Emas lebih dalam. Namun, beberapa analis masih melihat koreksi emas ini merupakan koreksi yang sehat, dengan level support kunci $1611 per troy ons, penurunan Emas ke area tersebut dapat memicu minat beli para pelaku pasar. Di jangka pendek, Emas berpotensi menguji level support $1630 -$1625 per troy ons, dengan level resisten $1655 -$1660 akan menjadi zona supply.

Minyak Anjlok Seiring Pesimisme Penyebaran Virus Corona

Harga minyak menyentuh level terendah 13 bulan kemarin karena dibayangi kekhawatiran penyebaran isu virus corona, meski rilisan data cadangan minyak AS positif. Harga sempat naik setelah Energy Information Adminstration (EIA) AS melaporkan cadangan minyak yang naik lebih kecil dari perkiraan, yaitu sebesar 452 ribu barel. Analis memperkirakan kenaikan 2 juta barel. Namun harga kemudian jatuh setelah berita yang menyebutkan bahwa kasus Covid-19 saat ini tidak terbatas di China, namun menjadi masalah global. Brazil kemarin menemukan adanya penemuan kasus baru di Amerika Latin. Kemudian Jerman yang melaporkan bahwa telah menemukan tujuh kasus baru, menambah jumlah kasus baru di luar China, setelah Iran dan Korea Selatan.

Jika aksi panik jual ini berlanjut, harga minyak potensial melanjutkan trend penurunan hingga ke support $45 per barrel. Anjlok lagi dibawah area tersebut seharusnya dapat memberikan konfirmasi atas resesi ekonomi global.

market performance hsb investasi 27 feb 2020

market technical overview hsb investasi 27 feb 2020

index technical overview hsb investasi 27 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 27 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 27 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.