RINGKASAN 26 Februari 2020

  • Dollar Makin Tertekan Akibat Prospek Pangkas Bunga The Fed
  • Emas Terkoreksi Ditengah Kiriman Uji Coba Vaksin Corona
  • Minyak Anjlok Sejalan Dengan Kejatuhan Bursa Saham Wall Street

Dollar Makin Tertekan Akibat Prospek Pangkas Bunga The Fed

Dollar melemah terhadap berbagai mata uang utama seiring penurunan imbal hasil obligasi AS setelah data yang menunjukkan consumer confidence AS yang lebih lemah dari perkiraan. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kekuatan ekonomi AS di saat trader berspekulasi bahwa penyebaran masiv virus corona bisa mengubah prospek kebijakan the Fed, untuk memangkas suku bunga. Imbal hasil obligasi AS turun menjadi 1,307% karena meningkatnya ekspektasi Fed cut rate. Peluang pemangkasan suku bunga April, Juni, dan Juli melonjak masing-masing menjadi 56%, 77% dan 86%, menurut Fed Rate Monitor Tool.

Pairing EURUSD berpotensi menguat mengincar level resisten 1.0915 – 1.0945. Sementara pairing USDJPY paling terpuruk akibat sentimen pengalihan resiko, trend penurunan USDJPY potensial berlanjut ke level 108, jika berhasil tembus dibawah level psikologis 110.00.

Emas Terkoreksi Ditengah Kiriman Uji Coba Vaksin Corona

Harga emas turun untuk pertama kalinya dalam 11 sesi perdagangan setelah beredar rumor bahwa Tiongkok sedang mengirimkan vaksin virus Corona untuk diuji cobakan pada masyarakat Tiongkok. Selain itu tambahan suntikan likuiditas berhasil menenangkan kejatuhan tajam di bursa saham global.

Harga emas berjangka AS turun 1,6% menjadi $1650 dan emas spot turun 0,5% menjadi $1650,43. Namun, beberapa analis masih melihat koreksi emas ini merupakan koreksi yang sehat, dengan level support kunci $1611 per troy ons, penurunan Emas ke area tersebut dapat memicu minat beli para pelaku pasar. Di jangka pendek, Emas berpotensi menguji level support $1630 -$1625 per troy ons, dengan level resisten $1655 -$1660 akan menjadi zona supply.

Minyak Anjlok Sejalan Dengan Kejatuhan Bursa Saham Global

Harga minyak kembali turun 3% kemarin berbarengan dengan jatuhnya bursa saham karena kekhawatiran dampak penyebaran virus corona terhadap ekonomi global. Aksi jual semakin gencar setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, mengatakan bahwa rakyat AS harus mulai mempersiapkan penyebaran virus ke masyarakat. Virus tersebut saat ini sudah menginfeksi lebih dari 80 ribu orang, 10 kali lebih banyak daripada SARS. Beberapa negara di Eropa juga sudah terwabah virus tersebut, menambah kekhawatiran mengenai pandemi. Beberapa analis mengatakan bahwa virus corona tersebut memiliki dampak yang signifikan bagi pertumbuhan China dan global, dan berpotensi ke AS.

Aksi panik jual di bursa saham Wall Street semalam turut berimbas ke harga minyak yang tertekan ke level support $50 per barrel. Jika aksi panik jual ini berlanjut, harga minyak potensial melanjutkan trend penurunan hingga ke support $45 per barrel. Anjlok lagi dibawah area tersebut seharusnya dapat memberikan konfirmasi atas resesi ekonomi global. Fokus selanjutnya akan tertuju pada laporan cadangan minyak AS, bila dirilis lebih rendah berpotensi memicu rebound jangka pendek menguki resisten $50.70 – $51.20 per barrel.

market performance hsb investasi 26 feb 2020

market technical overview hsb investasi 26 feb 2020

index technical overview hsb investasi 26 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 26 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 26 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.