RINGKASAN 24 Februari 2020

  • Dollar Perkasa Ditengah Kecemasan Baru Corona
  • Emas Potensial Incar Target $1790 Per Troy Ons Di Jangka Panjang
  • Minyak Ambruk Dari Titik Tinggi 1-Bulan

Dollar Perkasa Ditengah Kecemasan Baru Corona

Dollar berbalik menguat terhadap berbagai mata uang utama khususnya terhadap Yen Jepang karena pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah pamor safe haven yen Jepang akan meredup atas dollar karena ekonomi Jepang lebih mungkin akan terpukul oleh dampak virus corona mengingat Jepang sangat dekat dengan China. Terkait virus corona, investor melihat bahwa dollar lebih aman sebagai safe haven daripada yen. Selama akhir pekan, terdapat berita terbaru atas trend kenaikan jumlah infeksi virus Corona di luar Tiongkok, seperti Korea Selatan, Jepang, Italia, Prancis yang kesemuanya terkena dampak negatif. Apalagi hasil rapat kelompok negara G20 gagal meraih kesepakatan bersama untuk mengatasi penyebaran virus Corona.

Poundsterling turun ke level terendah tiga bulannya kemarin meski data menunjukkan retail sales Inggris dirilis lebih baik dari perkiraan. Penurunan disebabkan oleh pesimisme bahwa Inggris gagal meningkatkan stimulus fiskal di bulan mendatang. GBP/USD turun, mengabaikan data retail sales Inggris yang naik 0,9% di Januari. Di tengah kejatuhan sterling, dollar kembali terangkat di tengah solidnya data-data ekonomi AS. Data semalam menunjukkan Philly Fed mnanufacturing index naik ke level tertinggi tiga tahun menjadi 36,12 di Februari dari 17 di Januari. Sementara jobless claims, meski naik menjadi 210 ribu minggu lalu, namun masih sesuai dengan perkiraan analis.

Emas Potensial Incar Target $1790 Per Troy Ons Di Jangka Panjang

Emas melambung ke titik tertinggi tujuh tahun tadi karena kekhawatiran penularan global dari virus di China, mendorong permintaan safe haven. Jepang dan Korea Selatan melaporkan adanya korban jiwa akibat virus tersebut, meski adanya laporan bahwa jumlah kasus baru di China mengalami penurunan.

Emas juga tertopang oleh Fed Brainard yang menyatakan bahwa The Fed mungkin akan menerapkan kebijakan suku bunga rendah untuk menolong perekonomian yang terhambat oleh virus Corona. Dengan posisi Tiongkok kini menyumbang 17% ekonomi global, maka lumpuhnya provinsi utama yang meminta ekspor global turut memicu pelambatan ekonomi global. Kecemasan resesi ini tampak dari pergerakan obligasi yield AS tenor 30-tahun anjlok ke titik rendah 1.91% , yang merupakan level all time low. Menyimpak posisi bank besar yang rawan profit taking, namun setiap ada penurunan Emas cenderung akan memicu aksi beli dengan target $1790 per troy ons di jangka panjang..

Minyak Ambruk Dari Titik Tinggi 1-Bulan

Harga minyak anjlok lagi setelah sempat mencapai tertinggi satu bulan kemarin setelah data yang menunjukkan kenaikan cadangan minyak AS yang lebih kecil dari perkiraan. Namun penguatan terkikis karena masih adanya kekhawatiran mengenai penyebaran virus corona China. Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak AS hanya naik 414 ribu, di bawah perkiraan kenaikan 2,5 juta barel.

Sebelumnya pasar sempat tenang setelah China memangkas suku bunga pinjaman untuk mengatasi ekonomi yang terpukul karena virus corona. Namun, sejumlah kasus baru virus corona dan jumlah kematian pertama di Korea Selatan, kembali meningkatkan kekhawatiran akan pandemi global karena penelitian menunjukkan bahwa pandemi tersebut bisa menular lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Harga Minyak berpeluang turun lagi mengincar area $51.50 per barrel, dengan titik resisten 52.25 – 53.00 menjadi zona supply.

market performance hsb investasi 24 feb 2020

market technical overview hsb investasi 24 feb 2020

index technical overview hsb investasi 24 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 24 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 24 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 24 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.