RINGKASAN 23 Maret 2020

  • Dollar Perkasa Ditopang Stimulus Fiskal Trump
  • Emas Berbalik Menguat Setelah Likuidasi Pasar Bonds AS Mereda
  • Minyak Ambruk Lagi Mengakhiri Rebound Singkatnya

Dollar Perkasa Ditopang Stimulus Fiskal Trump

Dollar menunjukkan kinerja penguatan mingguan terbaiknya sejak krisis keuangan global tahun 2008. Penguatan Dollar tetap terjadi meki secara ekonomi bakal terimbas negative akibat virus Corona, namun secara persentase GDP, belahan dunia lainnya berpotensi terimbas lebih parah dibanding ekonomi AS, dimana ekonomi negara kecil akan sulit pulih jika AS masih mengalami lockdown. California, Texas, New York dan Pennsylvania semuanya telah menutup bisnis, padahal keempat negara bagian tersebut menyumbang 35% dari pertumbuhan GDP AS. Alhasil indeks Dollar AS melejit lebih dari 4.30% minggu ini, sementara berbagai mata uang utama rata-rata anjlok 4% terhadap Dollar. Minggu ini penguatan Dollar juga sulit terhentikan, mengingat minimnya amunisi bank sentral The Fed, yang telah mengeluarkan kebijakan pemangkasan bunga ke level nol, stimulus QE dan penyediaan likuiditas. Bahkan insentif fiscal Trump kemungkinan akan disetujui Kongress dan progress tersebut akan kembali menopang Dollar AS. Satusatunya resiko pelemahan Dollar adalah jika terjadi intervensi kelompok negara G7, yang biasanya akan secara aktif menjual Dollar, untuk menekan pelemahan mata uang local. Pairing EURUSD potensial turun lebih lanjut mengincar target 1.0550 – 1.0630, dengan level 1.0830 akan menjadi zona selling.

Emas Berbalik Menguat Setelah Likuidasi Pasar Bonds AS Mereda

Emas berhasil menguat setelah aksi sell-off di pasar obligasi terhenti, korelasi pergerakan Emas terhadap
pasar obligasi AS masih cukup tinggi. Sebelumnya sempat dikhawatirkan jika harga minyak hancur bersamaan
dengan kejatuhan indeks saham Wall Street, maka pasar obligasi turut hancur, sehingga Emas cenderung
melemah jika pasar obligasi mengalami sell-off. Namun di awal pekan ini, terdapat adanya minat beli di pasar
obligasi, sehingga Emas pun tertopang. Stabilnya pasar obligasi AS dipicu oleh rencana stimulus bantuan
ekonomi yang masih dibahas di Senat AS, bantuan tersebut diperkirakan senilai $4 trilyun. Bantuan stimulus yang
direncanakan sebagai bantuan untuk mengurangi imbas negatif pada ekonomi AS akibat wabah Corona
diperkirakan akan disepakati kongress dan Senat dalam waktu dekat. Harga Emas berpeluang naik lebih lanjut
mengincar target resisten $1510 -$1523, sementara level support $1450 per troy ons akan dilirik para investor
sebagai zona beli.

Minyak Ambruk Lagi Mengakhiri Rebound Singkatnya

Harga minyak ambruk lagi ke titik terendah sejak 2008, mengalami kejatuhan total -61.07% year to Date ke
level $22.90 per barrel. Penurunan di perdagangan awal pekan ini mengakhiri rebound pendek minyak yang
berlangsung singkat, mencerminkan pesimisme para investor bahwa laju ekonomi AS akan semakin memburuk.
Presiden Fed James Bullard bahkan memperkirakan angka pengangguran AS dapat meningkat 30% sehingga
semakin menekan permintaan terhadap minyak mentah dunia. Membaca sentimen di berbagai sosmed, bahkan
sedikit sekali harapan atas membaiknya pasar aset berisiko, sehingga setiap ada penguatan minyak masih
cenderung mengalami aksi jual. Jumlah kasus infeksi virus Corona di Amrik, bertambah menjadi 32,356,
yang berarti bertambah 8149 kasus setiap harinya. Penurunan minyak lebih lanjut diperkirakan akan
mengincar target support $20 per barrel sebelum akhirnya dapat rebound lagi ke kisaran $24 – $24 per barrel.

market performance hsb investasi 23 mar 20

market technical overview hsb investasi 23 mar 20

index technical overview hsb investasi 23 mar 20

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.