RINGKASAN

▪ Dollar Terkerek Naik Paska Berkurangnya Penyediaan Likuiditas Bank Sentral
▪ Harga Emas Melambung, Potensial Incar Target $1781 Per Troy Ons
▪ Minyak Potensial Reli Atas Skenario Devaluasi Dollar

Dollar Terkerek Naik Paska Berkurangnya Penyediaan Likuiditas Bank Sentral

Dollar menguat minggu lalu karena faktor safe haven di tengah kekhawatiran mengenai meningkatnya jumlah kasus baru virus corona di dunia, serta angka jobless claims yang lebih tinggi dari yang perkiraan dimana bukti data ekonomi terbaru ini menunjukkan bahwa laju pemulihan ekonomi bakal terimbas negatif oleh penyebaran virus gelombang kedua. Selain itu para investor merespon negatif indikasi berkurangnya stimulus The Fed, dimana Fed balance sheet turun sebanyak $74.24 milyar menjadi $7.1 trilyun, penurunan stimulus pertama kali sejak 26 February, artinya penyediaan likuiditas Dollar mulai dikurangi sehingga memicu kenaikan Dollar secara moderat. Fokus Minggu Ini akan tertuju pada: laporan manufaktur PMI & pertumbuhan data GDP AS. Berbagai negara kelompok G-7 akan merilis data PMI, baik dari sektor jasa, maupun manufaktur. Data-data tersebut akan menunjukkan seberapa sehat kondisi ekonomi di negara-negara tersebut. Sejauh ini laporan PMI diperkirakan negatif, ditunjukkan dengan perkiraan kontraksi pada sektor jasa dan manufaktur di negara-negara Eropa. Namun di AS, sektor manufaktur diperkirakan ekspansi.

Emas Melambung, Potensial Incar Target $1781 Per Troy Ons

Harga emas meroket diatas $1750 per troy ons, sekaligus mencatatkan penguatan dalam dua minggu berturut-turut berkat meningkatnya permintaan safe haven di tengah meningkatnya jumlah kasus baru virus corona di China dan AS. Sentimen para pelaku pasar di Emas masih condong bullish, namun level harga emas saat ini sudah mendekati top range $1759 per troy ons. Closing daily diatas area $1750 mengindikasikan trend bullish potensial berlanjut, selanjutnya jika terjadi koreksi hingga ke area $1697, para investor kemungkinan akan memanfaatkan penurunan tersebut dengan aksi beli untuk mengincar target kenaikan selanjutnya di kisaran $1781 per troy ons.

Minyak Potensial Reli Atas Skenario Devaluasi Dollar

Harga minyak mentah AS berjangka menguat lagi diatas $40 per barrel, setelah Panel OPEC mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa negara-negara member OPEC akan berupaya memenuhi target pengurangan produksinya di bulan lalu. Kazakhstan dan Irak berjanji akan meningkatkan kepatuhannya pangkas produksinya sehubungan dengan pemangkasan produksi OPEC+ yang berlaku awal Mei. OPEC + sudah memangkas produksi sebesar 9,7 juta bph awal sejak bulan Mei. Sejauh ini tingkat kepatuhan OPEC dalam pemangkasan produksi bulan Mei hanya sebesar 87%. Panel OPEC menginginkan tingkat 100% dan memberi watu bagi negara-negara yang belum mematuhi untuk menebus di bulan-bulan selanjutnya. Minyak berpotensi reli lebih lanjut, jika terjadi devaluasi Dollar oleh The Fed untuk menolong perekonomian. Area Bottom Range $35.67 per barrel, akan menjadi incaran zona buying para investor, sementara di sisi atasnya, level top range $41.25 per barrel berpotensi membatasi kenaikan minyak lebih jauh karena masih ada resiko lemahnya permintaan minyak dunia.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang Anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan Anda dapat kehilangan pembayaran margin awal Anda. Pastikan Anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.

Klik disini untuk trading forex, emas, oil dan index saham di HSB Investasi. Segera daftar untuk mendapatkan kesempatan komisi trading hingga $0 / lot.