RINGKASAN 21 Februari 2020

  • EURUSD Fokus Pada Rilis Data Manufaktur
  • Emas Melejit ke Titik Tinggi 7-Tahun Antisipasi Pelambatan Ekonomi Global
  • Minyak Terkoreksi Nantikan Katalis baru

EURUSD Fokus Pada Rilis Data Manufaktur

Sentimen market di perdagangan akhir pekan tampai negative dimana indeks saham Asia berpotensi ditutup melemah, khususnya indeks saham HongKong. Dampaknya ke mata uang AUDUSD dan EURUSD masih condong tertekan.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada laporan manufaktur PMI zona Euro dan Jerman di sesi perdagangan Eropa nanti, dengan consensus perkiraan data turun ke 44.8. Namun jika memperhatikan betapa oversold / jenuh jual nya EURUSD saat ini, maka reaksi kenaikan EURUSD akan lebih besar jika terdapat kejutan positif pada data tersebut, dibanding dengan penurunan EURUSD jika data lemah sesuai perkiraan.

Sementara mata uang Dollar masih dominan, terdapat potensi berlanjutnya uptrend Dollar, dengan alternative mata uang Dollar Kanada. Namun pada Dollar AS yang mendekati titik tertinggi 3-tahun, menyebabkan fokus bank sentral pada mata uang ini, karena pergerakan mata uang satu arah cukup membahayakan ekspektasi inflasi dan berdampak pada emerging market. Alhasil penguatan Dollar memicu GBP/USD turun 0,31%, mengabaikan data retail sales Inggris yang naik 0,9% di Januari. Di tengah kejatuhan sterling, dollar juga tertopang oleh solidnya data-data ekonomi AS. Data semalam menunjukkan Philly Fed manufacturing index naik ke level tertinggi tiga tahun menjadi 36,12 di Februari dari 17 di Januari.

Emas Melejit Ke Titik Tinggi 7-Tahun Antisipasi Pelambatan Ekonomi Global

Emas naik ke level tertinggi tujuh tahun kemarin, dan berlanjut pagi ini karena pergerakan obligasi AS tenor 10-tahun anjlok ke 1.49%, yang sekaligus merupakan titik terendah sejak September, menunjukkan potensi pemangkasan suku bunga bank sentral AS pada rapat moneter bulan Oktober serta kecemasan virus Corona memicu pelambatan ekonomi Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong dan Singapur. Penurunan obligasi AS ini memicu kenaikan permintaan safe haven seperti Emas.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada rilis data PMI China pada 29 February mendatang, serta ISM AS pada 3 Maret, jika data ekonomi kembali anjlok, maka trend penguatan Emas potensial masih berlanjut akibat pesimisme akan penurunan ekonomi dari epidemi virus Korona Tiongkok yang melampaui upaya stimulus dari Beijing.

Minyak Terkoreksi Nantikan Katalis Baru

Harga minyak terkoreksi tajam ke kisaran $53.50 per barrel setelah mencapai tertinggi satu bulan kemarin di level $54.65 per barrel setelah data yang menunjukkan kenaikan cadangan minyak AS yang lebih kecil dari perkiraan. Namun penguatan terkikis karena dilaporkan kebutuhan order pengiriman pesanan barang-barang melemah ke titik terendah sejak tahun 2009 sehingga menimbulkan kekhawatiran jika trend ini berlanjut dapat memberikan indikasi lebih dini atas pelambatan ekonomi di AS. Namun pelemahan minyak masih terbatas, karena para pelaku pasar masih berharap bahwa stimulus ekonomi Tiongkok dapat menolong tingkat permintaan minyak mengimbangi efek negatif dari virus Corona.

Secara keseluruhan minyak diperkirakan bergerak sideways dalam range trading antara $52.50 s.d $54.50. Penembusan batas atas dan batas bawah harga minyak membutuhkan katalis baru. Sehingga strategi intraday dapat mengambil peluang beli di zona support $52.50 atau peluang sell di zona resisten $54.50.

market performance hsb investasi 21 feb 2020

market technical overview hsb investasi 21 feb 2020

index technical overview hsb investasi 21 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.