RINGKASAN 20 April 2020

  • Performa Dollar Ditunjang Status Safe Haven
  • Emas Terkoreksi Dari Level Tinggi 7.5 Tahun
  • Arah Minyak Menunggu Timing Pemulihan Ekonomi Di Semester Kedua 2020

Performa Dollar Ditunjang Status Safe Haven

Dollar kembali menjadi safe haven di tengah buruknya serangkaian data ekonomi AS yang terpukul akibat dampak virus corona. Data-data tersebut meliputi consumer spending yang jatuh di Maret. Retail sales anjlok 8,7%, lebih buruk dari perkiraan perkiraan penurunan 8%. Sementara data ketenagakerjaan tetap suram, dengan jobless claims
masih di atas angka 5 juta, menjadikan total claims tunjangan pengangguran mencapai 22 juta selama sebulan. Namun sentimen risk appetite mulai meningkat di akhir minggu seiring dilonggarkannya aturannya lockdown di Eropa dan AS ditambah berita temuan obat Gillead, yakni Remsdivir Berita tersebut memicu koreksi Dollar. Fokus pekan ini akan tertuju pada data ZEW Jerman, tingkat keyakinan konsumen EU, manufaktur PMI EU dan jobless claims mingguan AS. Jika keseluruhan data tersebut kembali memicu sentimen pengalihan resiko para investor maka Dollar kembali berpeluang menguat di pekan ini, karena statusnya sebagai mata uang safe haven sulit tergoyahkan.

Emas Terkoreksi Dari level Tinggi 7,5 Tahun

Emas melorot dibawah support $1700 per troyons, setelah sempat naik ke level tertinggi 7,5 tahun, harga emas
kemudian terkoreksi karena aksi profit taking serta penguatan dollar. Pamor emas sebagai safe haven juga mulai berkurang menyusul munculnya sentimen risk appetite setelah presiden AS Donald Trump berencana akan kembali membuka ekonomi dalam waktu dekat. Kamis lalu, Gedung Putih mengeluarkan aturan bahwa gubernur dari 50 negara bagian AS bisa kembali membuka bisnisnya, setelah lock down selama empat minggu karena upaya mencegah penyebaran Covid-19. Trend besar emas masih uptrend ditopang oleh penyediaan likuiditas The Fed
senilai $15 milyar yang merupakan angka yang massive. Balance sheet The Fed naik menjadi $6.36 trilyun, akibat langkah ini, sedangkan cadangan berlebih menjadi $2.64 trilyun. Dimana faktor ini masih supportif untuk Emas di jangka panjang.

Arah Minyak Menunggu Timing Pemulihan Ekonomi Di Semester Kedua

Harga minyak bergerak sideways setelah sempat jatuh kembali ke level terendah 18 tahun minggu lalu. Meski OPEC+ telah sepakat untuk memangkas produksi hampir 10 juta bpd, harga minyak masih mengalami tekanan karena dibayangi kekhawatiran bahwa hilangnya permintaan akibat pandemi Covid-19 bisa mencapai 30 juta bph.
Harga minyak sempat rebound di akhir minggu setelah adanya berita bahwa AS akan kembali membuka ekonominya. Harga minyak juga potensial terangkat setelah Arab Saudi dan Rusia, yang merupakan produsen
minyak terbesar, mengindikasikan akan kembali memangkas output setelah pemangkasan bulan ini gagal mengangkat harga. Arah minyak selanjutnya akan tertuju pada timing pemulihan ekonomi AS dan global yang
diperkirakan baru dapat terjadi di semester kedua 2020. Namun jika pemulihan ekonomi mundur lebih lambat
dibanding perkiraan semula, minyak potensial tertekan lebih lanjut sebelum akhirnya dapat rebound.

market performance 20 apr 20 hsb investasi

market technical overview 20 apr 20 hsb investasi

index technical overview 20 apr 20 hsb investasi

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB Forex Investasi has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.