RINGKASAN 19 Maret 2020

  • Stimulus Pemerintah Gagal Menopang Performa Major Currency
  • Bahaya Resesi Ekonomi Global Memacu Minat Beli Emas
  • Minyak Dekati Titik Support Krusial $20 Per Barrel

Stimulus Pemerintah Gagal Menopang Performa Major Currency

Berbagai mata uang utama dan indeks saham masih melanjutkan kejatuhannya dalam dua hari terakhir, bahkan setiap rebound hanya berlangsung sesaat. Padahal hampir setiap hari pemerintah mengumumkan berbagai langkah stimulus dan rencana baru untuk memerangi imbas negative virus Corona, namun para pelaku pasar Forex dan saham tidak terkesan dengan langkah yang diumumkan sehingga saham dan mata uang utama hancur. Di kanada diumumkan paket stimulus sebesar $82 milyar berupa subsidi, di Jepang juga akan memberikan pembayaran cash, Australia telah mengumumkan langkah pemangkasan bunga darurat sedangkan Jerman menyediakan pelonggaran modal bersih perbankan. Namun melihat ekonomi zona Euro yang melakukan lockdown perbatasan dan penutupan pabrik seperti BMW, maka ECB dan pemerintah Jerman memerlukan langkah yang lebih efektif. Tingkat pengangguran di seluruh Kawasan Eropa telah naik, sehingga menyeret performa nilai tukar EURUSD, kini para pelaku pasar melakukan aksi selling EURUSD dengan alasan eropa akan memasuki masa depresi hebat di tahun ini. Pairing EURUSD potensial mengincar target 1.0500 di jangka Panjang.

Bahaya Resesi Ekonomi Pacu Minat Beli Emas

Permintaan terhadap Emas masih menyusut, akibat prospek resesi ekonomi dunia yang menyebabkan para investor lebih memilih Dollar sebagai safe haven. Laju pertumbuhan GDP AS kwartal 1 diperkirakan -4%, dan turun lagi menjadi -14% di kwartal kedua. Sedangkan di Tiongkok, diekspektasikan mengalami penurunan GDP ke -41% di Q2, dan GDP Q2 Eropa juga -22% diikuti -30% di Inggris. Kondisi penurunan laju pertumbuhan GDP global ini menyebabkan permintaan Dollar semakin tinggi. Namun jika penguatan Dollar terjadi terlalu berkepanjangan dapat menyebabkan bahaya krisis moneter, sehingga ini dapat menjadi alasan minat beli Emas kembali. Area beli yang dapat dilirik di kisaran 1463 – 1451. Setidaknya untuk mengincar rebound jangka pendek ke kisaran 1502.

Minyak Dekati Titik Support Krusial $20 Per Barrel

Harga minyak jatuh ke bawah $25 per barel, crash hampir mencapai -$60% Year to date, karena pandemi virus corona telah memukul permintaan. Seluruh dunia, termasuk AS, Kanada dan Eropa telah mengambil langkah yang sebelumnya belum pernah terjadi untuk mengatasi virus, termasuk mengisolasi negaranya. Hal ini telah membatasi permintaan minyak. Selain itu, harga minyak juga tertekan setelah berita yang menyebutkan bahwa Arab Saudi akan menggenjot eskpornya dari April hingga Mei lebih dari 10 juta bph. Dengan peningkatan pengapalan sekitar 250 ribu bph, Arab Saudi bertekad untuk memproduksi minyaknya setelah kerjasama dengan Rusia berakhir. Moskow dan Riyadh saat ini sedang perang harga, yang membuat harga minyak Brent turun ke bawah $25 per barel. Level Support selanjutnya di kisaran $20 – $19 per barrel berpotensi memicu minat beli Minyak karena sudah dianggap cukup murah.

market performance hsb investasi 19 mar 20

market technical overview hsb investasi 19 mar 20

index technical overview hsb investasi 19 mar 20

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.