RINGKASAN 18 Maret 2020

  • Major Currency Berharap Pada Stimulus
  • Bahaya Resesi Ekonomi Global Memacu Minat Beli Emas
  • Arab Genjot Produksi Minyak, Potensial Menambah Tekanan Bearish

Mata Uang Utama Berharap Pada Stimulus

Berbagai mata uang utama menyentuh level rekor terendahnya terhadap Dollar. Pairing seperti EURUSD, USDJPY dan AUDUSD serta cross rate AUD hampir keseluruhan mendekati level rekor nya. Hal ini dipicu oleh penguatan Dollar yang makin tinggi, setelah tembus level resisten psikologis, EURUSD anjlok mendekati level 1.0955, sementara USDJPY di 107.85 masih menjadi titik penentu. Namun pergerakan satu arah penguatan Dollar ini semakin tidak stabil, karena biasanya pergerakan satu arah tidak bertahan lama. Penguatan mata uang utama terhadap Dollar hanya bisa diharapkan dari pulihnya keyakinan para pelaku pasar pada stimulus yang digelontorkan berbagai negara dapat meredam kehancuran ekonomi akibat virus Corona. The Fed sendiri sudah mengucurkan fasilitas pendanaan senilai $1 trilyun, ini merupakan langkah positif, sedangkan Pemerintah Inggris juga menjanjikan pinjaman lunak sebesar $330 milyar. Bahkan beredar rumor bahwa pemerintahan Trump sedang mengajukan paket stimulus sebesar $1.2 Trilyun (lebih dari 5% dari GDP Amrik). Jika gelontoran stimulus ini memulihkan keyakinan para investor, ciri-cirinya adalah rebound bursa saham global, sehingga di saat bersamaan major currency seperti EURUSD, GBPUSD dan USDJPY akan berbalik menguat. Namun jika belum terjadi penguatan indeks saham global, maka para investor masih pesimis bahwa stimulus yang digelontorkan tidak dapat membantu perekonomian akibat virus.

Bahaya Resesi Ekonomi Pacu Minat Beli Emas

Pergerakan obligasi AS terjadi penurunan yield tertajam sejak 2018 yang berarti bahwa para investor mendiskon peluang resesi, selain itu ekspektasi inflasi terus anjlok akibat kejatuhan harga minyak. Alhasil bahaya resesi ekonomi global ini memicu minat beli Emas, tampak dari Intraday low kemarin di $1465 per troy ons, dan bahkan sekarang sudah menguat ke $1532, sedikit terkoreksi tipis dari level high $1555. Selanjutnya minat beli Emas potensial semakin banyak, terutama jika harga minyak makin anjlok, dan semakin banyak negara yang lockdown virus. Karena jika semakin banyak lockdown, maka krisis ekonomi akan semakin dalam. Tentunya ini akan menopang harga Emas. Jika sebelumnya Emas tertekan akibat aksi likuidasi para investor yang membutuhkan dana call margin kerugian di kelas aset lainnya yang anjlok seperti saham dan minyak. Namun kali ini dengan adanya penyediaan likuidtas dari The Fed dan pemerintahan Trump, seharusnya dapat mengurangi katalis sell-off Emas, dan berbalik Emas menjadi pegangan safe haven di tengah Krisis. Target kenaikan Emas di jangka panjang masih mengincar area $1611, dengan area $1522 akan menjadi zona beli.

Arab Genjot Produksi Minyak, Potensial Menambah Tekanan Bearish

Harga minyak jatuh ke bawah $28 per barel hari ini masih dipicu oleh penambahan kasus pandemi virus corona yang telah memukul permintaan. Seluruh dunia, termasuk AS, Kanada dan Eropa telah mengambil langkah yang sebelumnya belum pernah terjadi untuk mengatasi virus, termasuk mengisolasi negaranya. Hal ini telah membatasi permintaan minyak. Selain itu, harga minyak juga tertekan setelah berita yang menyebutkan bahwa Arab Saudi akan menggenjot eskpornya dari April hingga Mei lebih dari 10 juta bph. Dengan peningkatan pengapalan sekitar 250 ribu bph, Arab Saudi bertekad untuk memproduksi minyaknya setelah kerjasama dengan Rusia berakhir. Penurunan Minyak potensial berlanjut mengincar target $25.00 – $24.50 per barrel, dengan level resisten $29.00 – $30.00 akan dilirik sebagai zona selling.

market performance hsb investasi 18 mar 20

market technical overview hsb investasi 18 mar 20

index technical overview hsb investasi 18 mar 20

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.