performa volatilitas-forex gold oil saham 17 juni 2020 teknikal oscillator trend index saham 17 juni 2020

Dollar Perkasa Paska Data Retail Sales

Dollar menguat tipis setelah data ekonomi yang menunjukkan kenaikan pada retail sales di bulan Mei, setelah dua bulan berturut-turut mengalamai penurunan, menunjukkan adanya pemulihan di negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut. Data tersebut melengkapi solidnya data AS setelah data non-farm payroll tumbuh 2,5 juta di Mei. Dollar juga menguat setelah pemerintah AS sedang mempersiapkan proposal infrastruktur hampir $1 triliun. Laporan tersebut datang sehari setelah kabar stimulus the Fed yang akan mulai membeli obligasi korporasi untuk menyuntik likuiditas. Proposal The Fed ini dikombinasi dengan program fiskal pemerintah berpotensi menopang sentimen positif di bursa saham, sehingga mengurangi minat pada mata uang safe haven. Trend EURUSD menjadi netral untuk sementara ini dengan perkiraan range trading di kisaran 1.14 – 1.11. Sedangkan GBPUSD trend netral, range trading di 1.27 – 1.23.

Emas Tertopang Tensi Geopolitik

Harga emas masih bergerak flat pada awal perdagangan hari Rabu, di tengah kekhawatiran akan gelombang kedua virus korona yang imbangi optimisme terhadap potensi obat untuk Covid-19 dan menguatnya dolar AS. Beijing melaporkan kasus Covid-19 baru untuk hari keenam beruntun yang merupakan penyebaran wabah terburuk di Tiongkok sejak awal bulan Februari, sementara itu infeksi kasus baru juga mencatatkan rekor tertinggi baru di enam negara bagian di AS pada hari Selasa. Saat ini para pelaku pasar juga memperhatikan eskalasi ketegangan geopolitik global, ketika tentara India dengan Tiongkok bentrok di perbatasan mereka yang disengketakan, sementara itu Korea Utara meledakan kantor penghubung antara Korea yang didirikan di kota perbatasan. Harga emas cenderung digunakan sebagai aset investasi aman selama ketidakpastian politik dan keuangan. Dekat level bottom $1685 akan menjadi peluang buying para pelaku pasar, dan level $1754 potensial menjadi target zona profit taking.

Minyak Nantikan Laporan Supply EIA

Harga minyak bergerak melemah pada hari Rabu, dibebani oleh kenaikan cadangan minyak mentah AS dan kekhawatiran akan potensi gelombang kedua pandemi virus korona. Kemarin, harga minyak sempat menguat paska International Energy Agency (IEA) menaikan perkiraan mereka untuk permintaan minyak di tahun 2020 menjadi 91.7 juta barel per hari dan penjualan retail AS membukukan kenaikan di bulan Mei. Namun, untuk saat ini harga minyak bergerak turun lagi karena merespon kenaikan cadangan minyak mentah AS yang memicu kekhawatiran akan kelebihan suplai. Perhatian selanjutnya akan tertuju pada perilisan data cadangan minyak mentah AS dari Energy Information Administration (EIA) pukul 21:30 WIB untuk katalis harga lebih lanjut.Level minyak saat ini berada di middle range $37 per barrel, yang berarti 50% ke level top range $40.37, dan 50% ke level bottom range di $33.60 per barrel.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang Anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan Anda dapat kehilangan pembayaran margin awal Anda. Pastikan Anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.

Klik disini untuk trading forex, emas, oil dan index saham di HSB Investasi. Segera daftar untuk mendapatkan kesempatan komisi trading hingga $0 / lot.