RINGKASAN 17 Februari 2020

  • Akankah Penguatan Dollar Berlanjut?
  • Emas Potensial Terkoreksi Lemah Seiring Langkah Stimulus Tiongkok
  • Minyak Tertopang Harapan Pangkas Kuota OPEC

Akankah Penguatan Dollar Berlanjut?

Bulan February ini telah menjadi bulan yang kondusif untuk indeks saham AS dan Dollar AS, Indeks saham Amrik, Dow Jones menanjak ke level rekor tinggi meskipun sempat ada koreksi di akhir pekan, namun pelemahan masih terhitung moderat. Secara keseluruhan tidak terjadi penurunan triple digit pada indeks saham yang biasanya menjadi indikasi awal atas sentiment pengalihan resiko yang berkesinambungan. Virus Corona, memang sempat membuat pejabat bank sentral, pelaku bisnis dan pelaku pasar khawatir, namun dampaknya masih minimal. Stabilnya performa indeks saham menyebabkan performa Dollar AS menjadi lebih kuat. Di satu sisi, data ekonomi AS tidak terlalu positif, namun tidak terjadi pelemahan signifikan juga, sehingga hal ini menjamin keyakinan para investor bahwa laju ekonomi AS akan lebih bagus dibanding negara lainnya.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada rapat moneter The Fed, di hari Kamis. Diperkirakan The Fed akan memangkas jumlah surat utang repos yang ditawarkan ke pasar perbankan, dimana hal ini akan berpotensi semakin menguatkan Dollar AS. Selain itu data manufaktur dan sektor perumahan juga masih kondusif untuk Dollar AS. Maka melihat kedepan, meski Dollar berpotensi terkoreksi melemah setelah 2 minggu pertama February melejit tajam, namun trend penguatan Dollar secara keseluruhan masih berlanjut.

Emas Potensial Terkoreksi Lemah Seiring Langkah Stimulus Tiongkok

Harga emas naik ke level tertinggi lebih dari satu minggu dan mencatatkan penguatan mingguan karena investor melirik logam mulia sebagai safe haven untuk lindung nilai terhadap dampak ekonomi akibat wabah virus corona. Berbagai analis memperkirakan bahwa emas masih akan berfluktuasi di kisaran $1550-$1600, meski isu virus corona berakhir, karena masih banyak ketidakpastian global, seperti rendahnya suku bunga dari bank sentral dunia, ketegangan di Timur Tengah, serta risiko politik lainnya.

Di jangka pendek ini, Emas berpotensi terkoreksi lemah setelah adanya langkah stimulus baru dari bank sentral China dan berbagai negara Asia lainnya menjelang rapat G20 tanggal 22 February. Pelemahan Emas diperkirakan mengincar target support di $1578 -$1572. Namun pelemahan ke area tersebut dapat membuka peluang beli, karena trend jangka panjang Emas masih condong naik.

Minyak Tertopang Harapan Pangkas Kuota OPEC

Harga minyak naik lebih dari 1% di perdagangan akhir pekan kemarin sekaligus membukukan kenaikan mingguan pertama sejak awal Januari karena investor berspekulasi bahwa dampak ekonomi dari virus corona hanya bersifat sementara dan berharap stimulus lanjutan dari bank sentral China guna mengatasi perlambatan ekonominya. Sentimen pasar membaik setelah pabrik-pabrik di China kembali beroperasi dan pemerintah melonggarkan kebijakan moneternya.

Sementara itu, merespon dari melambatnya permintaan minyak akibat virus corona, OPEC dan aliansinya mempertimbangkan untuk kembali memangkas produksi minyak mereka. Jika Rusia mendukung usulan Arab Saudi untuk memangkas produksi yang lebih besar dari saat ini, harga minyak berpeluang naik mendapatkan momentum tambahan untuk menguji level resisten di $52.50 – $53.00.

market performance hsb investasi 17 feb 2020

market technical overview hsb investasi 17 feb 2020

index technical overview hsb investasi 17 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 17 feb 2020

market mover calendar hsb investasi 17 feb 2020

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.