RINGKASAN 17 April 2020

  • Nilai Tukar Euro Dibanding Dollar Potensial Tertekan
  • Waspada Koreksi Emas, Seiring Berkurangnya Posisi Beli Emas
  • Minyak Flat, Fokus Pada Melebarnya Spread Kontrak Minyak

Nilai Tukar Euro Dibanding Dollar Potensial Tertekan

Dollar naik ke level tertinggi satu minggu kemarin akibat tingginya permintaan Dollar sebagai mata uang safe haven setelah rilis data jobless claims yang mengalami lonjakan 22 ribu dalam sebulan terakhir, memperkuat pandangan IMF atas potensi resesi global. Dengan terhentinya aktifitas bisnis, sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus corona, ekonomi AS telah merosot. Jobless claims AS dirilis lebih rendah 1,37 juta dari minggu sebelmnya, yaitu sebesar 5,25 juta. Namun dalam sebulan angkanya sudah di atas 20 juta. Kemerosotan ekonomi AS juga ditunjukkan
dengan data-data lainnya, seperti aktifitas manufaktur di Philadelpia yang turun ke level terendah sejak 1980, serta home buliding turun tajam dalam 36 tahun terakhir. Hal yang menarik adalah bagaimana reaksi mata uang Dollar yang tetap menguat meski data ekonomi AS lemah, disebabkan oleh persepsi para investor bahwa outlook ekonomi global masih berpotensi memburuk, sehingga alasan ini pula yang dapat menunjang proyeksi pelemahan nilai tukar
EURUSD ke titik terendah 3 tahun, dibawah 1.0700, sedangkan GBPUSD potensial turun dibawah 1.2200.

Waspada Koreksi Emas, Seiring Berkurangnya Posisi Beli Big Banks

Harga emas melemah tipis dibawah level support psikologis $1710 sejauh ini, dipicu oleh aksi profit taking para pelaku pasar dan big banks. Setelah mencapai titik tertinggi $1746 per troy ons, tampak laporan COT menunjukkan penutupan posisi kontrak buy Emas, dari net buy 408,349 kontrak per 18 February, turun menjadi 279,880 kontrak buy per 7 April. Penutupan kontrak buy Emas yang massive ini dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan bahwa harga Emas potensial koreksi yang akhirnya dapat dimanfaatkan dengan aksi beli kembali di harga murah oleh para pelaku pasar dan big banks. Secara teknikal, trend penurunan jangka pendek dapat berlanjut selama harga Emas bertahan dibawah $1709 per troy ons, Meski trend major masih cenderung naik.

Minyak Flat, Fokus Pada Melebarnya Spread Kontrak Minyak

Harga minyak bergerak mendatar cenderung menguat, dimana minyak mentah AS berjangka naik 4%, ditunjang pengumuman pemerintahan Trump mengenai panduan pembukaan aktivitas bisnis Amerika Serikat. Sedangkan data pertumbuhan GDP China untuk kwartal pertama, dirilis -6.8% YoY, sedikit lebih buruk dibanding estimasi -6%, namun data ini dipertimbangkan market sudah terdiskon ke harga minyak, dan justru data ekonomi kedepannya berpotensi menunjukkan perbaikan. Fokus juga tertuju pada melebarnya spread / selisih harga minyak WTI untuk kontrak berjangka bulan Mei dengan Juni, yang menunjukkan spread massive sebesar $7.29 per barrel. Selisih harga kontrak lama dengan kontrak WTI baru yang lebar ini mencerminkan ketakutan para pelaku pasar atas tingginya supply minyak di jangka pendek, dibandingkan supply minyak di referensi bulan berikutnya yang bakal mulai turun karena berlakunya pakta pangkas minyak oleh OPEC. Ditunjukkan oleh laporan stok cadangan minyak AS yang melambung 19.2 juta barrel di pekan ini. Untuk mengatasi tingginya supply, pemerintahan Trump berupaya menekan produksi minyak AS dengan cara memberikan insentif bagi perusahaan pengebor minyak agar tidak memproduksi.

market performance hsb investasi 17 apr 20

market technical overview hsb investasi 17 apr 20

index technical overview hsb investasi 17 apr 20

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB Investasi has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.