performa volatilitas-forex gold oil saham 16 juni 2020teknikal oscillator trend forex gold oil 16 juni 2020teknikal oscillator trend index saham 16 juni 2020

Bullish Reversal Bursa Saham Memicu Kejatuhan Dollar vs Major Currency

Kondisi market di awal pekan kemarin, menunjukkan bullish reversal yang signifikan di bursa saham global, dimana indeks saham Jepang, AS, dan Eropa berbalik menguat tajam setelah sempat gap down di hari Senin. Bullish reversal ini terjadi serempak di komoditas minyak dan Emas. Alhasil Dollar berbalik lemah terhadap berbagai mata uang utama, karena peranan safe haven Dollar menjadi pudar Ketika bursa saham global menguat. Reli pasar asset berisiko seperti Saham dan komoditi ini terpicu oleh pengumuman bank sentral AS, Federal Reserve untuk rencana pembelian corporate bonds, sebagai bentuk stimulus. Bahkan AS rencana menambahkan tunjangan penganggur sebesar $600 per minggu jika penyebaran kasus Corona masih memerlukan lockdown. Di mata uang Euro, dan Poundsterling akan terfokus pada rilis data ekonomi ZEW dimana para pelaku pasar berharap adanya indikasi meningkatnya keyakinan investor dari data ZEW Jerman. Sedangkan rapat moneter bank sentral Inggris (Boe) di pekan ini diperkirakan melakukan pelonggaran moneter. Trend EURUSD menjadi netral untuk sementara ini dengan perkiraan range trading di kisaran 1.14 – 1.11. Sedangkan GBPUSD trend netral, range trading di 1.28 – 1.22.

Emas Melambung Diatas $1725 Per Troy Ons

Meski Emas sempat melemah dekati level support psikologis $1700 kemarin, namun kenaikan nya lebih cepat dibanding penurunannya. Sejauh ini Emas melambung lagi diatas $1725 per troy ons. Kondisi pergerakan Emas ini mengindikasikan trend Bullish Emas masih dominan, dimana penurunannya hanya sesaat, dan kenaikan nya berlangsung lebih cepat. Beberapa faktor bullish Emas antara lain, Beijing telah mencatat banyak kasus corona baru dalam beberapa hari terakhir. Sementara infeksi baru dalam jumlah rekor juga terjadi di banyak negara bagian AS.Range trading Emas diperkirakan masih terbatas di kisaran $1683 – $1759. Dekat level bottom$1683 akan menjadi peluang buying para pelaku pasar, dan level $1759 potensial menjadi target zona profit taking.

Minyak Terpantul Dari Bottom Range

Harga minyak berbalik menguat, didukung oleh penurunan produksi minyak global, bahkan ketika kekhawatiran mengenai lemahnya permintaan meningkat karena adanya lonjakan dalam kasus virus corona. Harga sebelumnya sempat jatuh setelah BP PLC menyatakan bahwa pandemi Covid-19 akan memiliki dampak yang lebih lama terhadap ekonomi, membebani permintaan minyak dan harga energi. Namun, harga kemudian menguat setelah Irak akan berpartsipasi pada penguragan produksi minyaknya. Fokus Hari Ini : Pidato Gubernur Fed Powell, dimana para pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan ke depan melaui pernyataan ketua bank sentral. Setelah itu ada data ketenagakerjaan Inggris, yang disusul oleh beberapa data dari AS, salah satunya adalah retail sales. Level minyak saat ini berada di middle range $37 per barrel, yang berarti 50% ke level top range $40.29, dan 50% ke level bottom range di $33.51 per barrel.

Disclaimer

Rate dan informasi di atas oleh edukasi dan analisa HSB Investasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dapat diandalkan, tetapi kami tidak dapat menunjukkan bahwa informasi di atas lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab pada setiap penawaran apapun untuk menjual atau meminta penawaran untuk membeli berdasarkan rate dan informasi di atas.

Klik disini untuk trading forex, emas, oil dan index saham di aplikasi trading all-in-one HSB Investasi dan raih kesempatan komisi hingga $0/lot.