performa volatilitas-forex gold oil saham 15 juni 2020teknikal oscillator trend forex gold oil 15 juni 2020teknikal oscillator trend index saham 15 juni 2020

Dollar Menjadi Safe Haven Ditengah Rontoknya Bursa Saham Global

Saham-saham Asia melemah pagi ini berbarengan dengan turunnya harga minyak dunia karena kekhawatiran mengenai adanya gelombang kedua dari penyebaran virus corona di China, mendorong investor lari ke safe haven. Sentimen berisiko kembali terpukul setelah laporan Beijing yang mencatat banyak kasus infeksi baru Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Alhasil Dollar menguat lagi menguji trendline resisten 97.50, akibat meningkatnya permintaan safe haven di tengah prospek ekonomi AS yang suram akibat virus corona. Dalam rapatnya minggu lalu the Fed menyatakan akan mendukung ekonomi AS dengan berbagai macam alat kebijakan. The Fed juga memperkirakan ekonomi AS akan kontraksi 6,5% tahun ini, dengan tingkat pengangguran berada di angka 9,3%. Poundsterling jatuh ke bawah level 1.2500 berbanding dollar setelah data yang menunjukkan ekonomi Inggris terkontraksi ke level teredah di 20,4% di bulan April akibat kebijakan lockdown yang dijalankan oleh Inggris. Pelaku pasar melihat angka tersebut merupakan sebagai pertanda awal bagi kemunduran ekonomi Inggris sebelum proses pemulihan yang memakan waktu yang lama dan panjang

Emas Koreksi, Namun Berpeluang Lanjutkan Trend Bullish

Harga emas melemah tipis di perdagangan awal pekan, namun masih bersifat korektif, secara keseluruhan trend Emas masih bullish berbanding terbalik dengan trend penurunan yield bonds AS. Yield bonds tenor 10- tahun di AS turun tajam ke 0.65% dari trendline resisten 0.92%. Penurunan yield bonds ini memicu gairah para investor memborong Emas. Area support Emas di kisaran $1672 – $1683 per troy ons akan menjadi zona bidikan aksi beli, untuk mengincar target kenaikan selanjutnya di kisaran $1762 – $1774 per troy ons.

Minyak Incar Bottom Range $31 Per Barrel

Harga Setelah menguat dalam enam minggu berturut-turt, harga minyak akhirnya anjlok lagi dibawah $35 per barrel. Sentimen pasar memburuk setelah The Fed memperingatkan bahwa kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 akan berlangsung lama. Selain itu, pasar juga khawatir akan adanya gelombang kedua dari penyebaran virus corona akan mengganggu pemulihan permintaan. Meski terdapat optimisme bahwa permintaan minyak mentah global akan kembali menjadi sekitar 95 juta bph di Desember, namun resiko terhadap gelombang kedua infeksi virus corona masih akan menekan tingkat permintaan terhadap minyak. Zona support minyak tampak di kisaran $31.39 – $33.07 per barrel, penurunan ke area tersebut potensial menambah minat beli minyak di area bottom.

Disclaimer

Rate dan informasi di atas oleh edukasi dan analisa HSB Investasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dapat diandalkan, tetapi kami tidak dapat menunjukkan bahwa informasi di atas lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab pada setiap penawaran apapun untuk menjual atau meminta penawaran untuk membeli berdasarkan rate dan informasi di atas.

Klik disini untuk trading forex, emas, oil dan index saham di aplikasi trading all-in-one HSB Investasi dan raih kesempatan komisi hingga $0/lot.