RINGKASAN 15 April 2020

  • Dollar Terpukul Sentimen Risk On
  • Waspada Koreksi Emas, Seiring Berkurangnya Posisi Beli Emas
  • Minyak Merosot Dekati Level Support $20 per Barrel

Dollar Terpukul Sentimen Risk On

Dollar turun ke level terendah dua minggu nya atas mata uang utama dunia lainnya karena membaiknya selera resiko para investor. Sentimen ini membaik setelah rilis data ekonomi China dilaporkan lebih bagus dibanding perkiraan semula. Data kemarin menunjukkan ekspor China hanya turun -6,6%, lebih baik dari perkiraan penurunan -14%. Sementara import hanya turun kurang dari 1%, dibanding perkiraan penurunan 9,5%. Data perdagangan China tersebut telah mendorong sentimen bullish di pasar saham Asia. Sehingga diperkirakan laporan data GDP China Q1 yang bakal dirilis hari jumat hanya turun -6%, dan diperkiraan akan pulih ke 9% di tahun berikutnya. Sentimen risk-on juga meningkat setelah jumlah kematian di AS akibat virus corona turun tajam dan beberapa negara berencana membuka kembali ekonominya. Fokus Dollar selanjutnya akan tertuju pada data ekonomi penting nanti malam, yakni laporan retail sales AS, dan Beige Book. Semua data ini diperkirakan tidak ada yang bagus, karena berbagai bisnis ditutup di Amrik, sehingga melukai tingkat belanja masyarakat. Dapat diperkirakan semua distrik The Fed melaporkan aktivitas ekonomi yang lemah, apalagi IMF sudah mengeluarkan warning bahwa resesi terburuk dunia akan dialami semenjak era Depresi Hebat. Namun melihat reaksi di bursa saham Wall Street semalam cukup menarik, meski dilaporkan laju korporat yang lemah serta data ekonomi yang
mengecewakan namun bursa Wall Street tetap menguat, yang artinya para pelaku pasar berharap data yang lemah hanya bersifat sementara.

Waspada Koreksi Emas, Seiring Berkurangnya Posisi Beli Big Banks

Harga emas naik ke level tertinggi sejak 2012 berkat faktor safe haven karena virus corona telah memukul ekonomi global dan mendorong peluncuran stimulus besar-besaran di beberapa negara. Ekonomi dunia saat ini berada di jurang resesi dan IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan turun 3% sepanjang 2020. The Fed sudah menggelontorkan stimulus $2,3 triliun minggu lalu, yang diikuti bank sentral lainnya. Suku bunga mendekati 0%, dimana semua faktor ini mendukung prospek bullish emas. Namun perlu diwaspadai posisi Big Banks yang nampak dari laporan COT menunjukkan posisi buy Gold mulai dikurangi sejak February hingga April ini tercatat penurunan 200rb kontrak beli Emas. Mengindikasikan bahwa masih ada potensi koreksi yang dalam di Emas sebelum melanjutkan kenaikan lebih lanjut.

Minyak Terkoreksi Tipis Dekati Level Support $20 Per Barrel

Harga minyak anjlok 10% kemarin setelah rencana OPEC+ untuk memangkas produksi diimbangi oleh berita resistensi di Texas Oil Meeting di mana beberapa pengebor di kawasan tersebut menolak untuk memangkas produksi. Amerika Serikat yang turut andil dalam pemangkasan output global, mengatakan bahwa pemotongan di AS akan bersifat sukarela dan ditentukan pasar. Hal ini akan menjadi masalah karena beberapa pengebor enggan memangkas produksinya lebih banyak dan mengatakan hal itu akan menimbulkan kesulitan. Minyak juga tertekan menjelang data cadangan minyak dari EIA yang diperkirakan naik 11,6 juta barel, setelah naik 30,6 juta barel dalam tiga minggu terakhir. Pagi tadi API merilis data cadangan minyak AS yang naik 13,1 juta barel. Selain itu minyak juga tertekan akibat perang harga Arab Saudi yang berlanjut memberikan harga diskon $4 barrel lebih murah, karena baru berlakunya pakta OPEC di 1 Mei mendatang.

market performance hsb investasi 15 apr 20

market technical overview hsb investasi 15 apr 20

index technical overview hsb investasi 15 apr 20

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB Investasi has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.