RINGKASAN 14 April 2020

  • Mata Uang Komoditas Menjadi Incaran Para Investor Seiring Prospek Pemulihan Ekonomi
  • Trend Kenaikan Emas Berlanjut Akibat Tingginya Ekspektasi Inflasi
  • Minyak Terkerek Naik Meski Dibayangi Kekhawatiran Pandemi Corona

Mata Uang Komoditas Menjadi Incaran Para Investor Seiring Prospek Pemulihan Ekonomi

Dollar bergerak mendatar, namun aksi beli tampak dominan di mata uang Yen Jepang, Aussie dan Dollar Kanada. Mata uang komoditas ini mendapatkan momentum seiring penguatan logam mulia, serta komoditas, dengan penguatan komoditas tembaga sebesar 2.7% sehingga mendongkrak nilai tukar AUDUSD tembus diatas 50-day MA (harga rata-rata 50 harinya) di level 0.6380. Komoditas lain juga menunjukkan penguatan solid seperti kayu menguat sebesar 3.6%, yang artinya terdapat prospek pemulihan ekonomi. Sehingga bisa dikatakan cukup aman untuk melihat trend penguatan mata uang komoditas seperti AUD, dan CAD berlanjut. Sentimen positif di mata
uang non dollar juga terpicu setelah komentar Fed Clarida di Bloomberg dirilis, yang mengindikasikan bahwa pejabat bank sentral AS masih yakin bahwa perekonomian akan pulih, dan The Fed akan menarik Kembali Langkah stimulus daruratnya. Ekspektasi laporan laba korporat akan semakin baik di semester kedua 2020 hingga 2021 mendatang. Pertumbuhan ekonomi akan meningkat seiring penutupan pabrik berakhir dan harga minyak rebound karena Langkah pemangkasan produksi OPEC akan dilampaui lebih cepat oleh meningkatnya permintaan. Alhasil meski masih jauh kedepan di 2021, namun para investor sudah mengantisipasi jauh kedepan, sehingga mata uang berimbal hasil tinggi masih menjadi incaran aksi beli.

Trend Kenaikan Emas Berlanjut Seiring Kenaikan Ekspektasi Inflasi

Emas dan logam mulia menunjukkan keperkasaannya dengan tembus diatas level resisten psikologis $1700 per troy ons. Trend penguatan ini diperkirakan akan berlanjut mengincar target berikutnya di $1750 dan $1780 seiring kenaikan ekspektasi inflasi serta real yield masih tertahan di level rendah. Kenaikan permintaan Emas ini terutama tampak pada spot Emas yang sudah menanjak terlebih dahulu dibanding Emas futures, mengindikasikan aset Emas masih menjadi favorit para pelaku pasar sebagai alat hedging terhadap berbagai resiko global. Indeks saham Wall Street yang mengalami fluktuasi terlalu besar besar dan sebagian investor yang tidak dapat menahan pergerakan semacam ini sehingga lebih cenderung menumpuk emas. Selain itu kenaikan ekspektasi inflasi yang akan datang adalah alasan terbesar mengapa emas masih akan menjadi dasar untuk dibeli. Dibalik jumlah klaim tunjangan pengangguran AS yang mencetak rekor, Federal Reserve AS juga umumkan paket stimulus besar sebesar $2,3 triliun pada hari Kamis pekan lalu.

Minyak Terkerek Naik Meski Dibayangi Kecemasan Pandemi Corona

Harga minyak terkerek naik sejak kemarin diatas level $23 per barrel, merespon kesepakatan pengurangi produksi minyak dari produsen OPEC+, namun yang cukup menarik adalah penguatan minyak masih terlihat terbatas ditengah kekhawatiran bahwa pemangkasan yang dilakukan tidak cukup untuk menghadapi kondisi banjirnya supply minyak ditengah pandemi virus Corona. Menteri Energi Kuwait menambahkan total pengurangan supply minyak global dapat menjadi 20 juta barrel per hari, atau sekitar 20% dari supply global. Menteri energi Arab Saudi juga mengatakan bahwa Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arsb bersedia untuk mengurangi produksi bahkan lebih besar dari yang disepakati, yang secara efektif akan menurunkan suplai OPEC+ sebesar 12.5 juta barel per hari dari tingkat suplai saat ini. Jika perang harga minyak antara Russia dan Arab Saudi berhasil pudar, maka penurunan minyak mulai terbatas, dan potensi kembali rebound setidaknya mengincar gap di $29.90 dan $34.00 per barrel.

market performance hsb investasi 14 apr 20

market technical overview hsb investasi 14 apr 20

index technical overview hsb investasi 14 apr 20

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB Investasi has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.