RINGKASAN 13 Mei 2020

  • Dollar Nantikan Petunjuk Suku Bunga Negatif Fed Powell
  • Emas Potensial Incar Target Resisten $1738 Per Troy Ons
  • Minyak Stabil Seiring Relaksasi Lockdown Berbagai Negara

Dollar Nantikan Petunjuk Suku Bunga Negatif
Fed Powell

Fokus para pelaku pasar hari ini akan tertuju pada jadwal pidato Gubernur Fed Powell, yang akan memberikan petunjuk terhadap kebijakan suku bunga negative serta outlook ekonomi AS. Sebelumnya bank sentral telah menjanjikan stimulus tambahan, namun apakah berupa kebijakan suku bunga negative yang sebenarnya berdampak tidak terlalu baik untuk sector perbankan. Pergerakan Fed Fund Futures menunjukkan market mulai mendiskon peluang kebijakan suku bunga negative ini, namun Sebagian besar pejabat bank sentral seperti Fed Evans, Bostic,
Kaplan dan Bullard menyatakan oposisi terhadap kebijakan suku bunga negative ini. Jika kebijakan suku bunga negative jadi diterapkan Dollar berpotensi melemah khususnya terhadap Yen Jepang dan Mata uang negara  emerging. Selain itu Dollar juga tampak memiliki korelasi tinggi dengan pergerakan yield obligasi AS tenor pendek 2-tahun, sehingga para investor dapat melihat reaksi market di yield obligasi terlebih dahulu, jika terjadi penurunan yield karena prospek suku bunga negative, maka Dollar potensial melemah lebih lanjut.

Emas Potensial Incar Target Resisten $1738 Per Troy Ons

Emas berpotensi naik lebih lebih lanjut seiring data inflasi CPI yang sudah menunjukkan kondisi deflasi disaat bersamaan perekonomian menurun dalam rate yang tinggi, tampak dari kondisi tenaga kerja AS. Selain itu menjelang prospek pengumuman suku bunga negatif The Fed, Emas dan Bitcoin sangat diuntungkan oleh prospek suku bunga yang rendah. Jika terjadi pelemahan ke kisaran $1684 per troy ons akan memicu aksi buying oleh para investor, sedangkan target kenaikan Emas masih tampak di kisaran $1738 – $1741 per troy ons. Kebalikannya dengan Emas dan pasar obligasi, indeks Wall Street mengalami convergence, yaitu saham sektor teknologi masih diminati, sedangkan saham sektor lainnya seperti sektor keuangan dan industrial masih terpuruk. Jika bursa saham AS melanjutkan trend bearish, maka safe haven Emas dapat menjadi incaran para investor.

Minyak Stabil Seiring Relaksasi Lockdown Berbagai Negara

Harga minyak mulai rebound setelah relaksasi lockdown di beberapa negara. Meski begitu, investor khawatir akan adanya gelombang kedua dari penyebaran virus corona. Kemarin, Jerman melaporkan jumlah yang terinfeksi meningkat secara eksponensial setelah relaksasi lockdown. Di Wuhan, yang merupakan episentrum wabah di China, melaporkan kluster infeksi pertama sejak lockdown dicabut bulan lalu. Namun, penurunan minyak mampu dibatasi setelah Pejabat Kementerian Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengarahkan Aramco untuk memperbesar pengurangan produksi minyaknya sebesar 1 juta barrel per hari di Juni. Kenaikan minyak kemungkinan terbatas di kisaran $29.13 – $29.98 barrel, sementara potensi penurunannya lebih besar ke kisaran $14.19 – $14.62 per barrel

market performance hsb investasi 13 may 20

market technical overview hsb investasi 13 may 20

index technical overview hsb investasi 13 may 20

Disclaimer

Rate dan informasi di atas oleh edukasi dan analisa HSB Investasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang kami yakini dapat diandalkan, tetapi kami tidak dapat menunjukkan bahwa informasi di atas lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab pada setiap penawaran apapun untuk menjual atau meminta penawaran untuk membeli berdasarkan rate dan informasi di atas.

Klik disini untuk trading forex di aplikasi smartphone HSB Investasi dan berkesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah di promo telur emas yang sedang berlangsung.