RINGKASAN 1 April 2020

  • Dollar Potensial Lemah Jelang Data Tenaga Kerja ADP
  • Emas Terkoreksi Di Awal Perdagangan Kwartal Dua
  • Minyak Tertekan Paska Data Pasokan Cadangan Minyak

Dollar Potensial Lemah Jelang Data Tenaga
Kerja ADP

Dollar melemah tipis atas mata uang utama dunia lainnya kemarin setelah langkah-langkah The Fed yang memastikan kecukupan likuiditas di sistem keuangan global. Dollar sempat menguat setelah adanya permintaan dollar dari perusahaan dan fund manajer Jepang untuk menyeimbangkan portofolionya. Namun, berbalik melemah setelah langkah the Fed yang mengizinkan bank sentral asing untuk menukar dollar selama krisis virus corona. Dollar juga potensial melemah menjelang rilis data tenaga kerja nonfarm payrolls yang diperkirakan anjlok tajam akibat krisis Corona, bahkan beberapa analis memperkirakan tingkat pengangguran AS melambung ke 15% akibat berbagai aktivitas diperingatkan belum dapat kembali normal hingga bulan Juni mendatang. Fokus selanjutnya akan tertuju pada data tenaga kerja AS versi ADP yang dirilis pukul 19: 15 WIB dan indeks manufaktur AS dari ISM pukul 21:00 WIB yang diprediksi masih negatif untuk Dollar.

Emas Terkoreksi Di Awal Perdagangan Kwartal Dua

Harga emas jatuh 2% ke level terendah satu minggu kemarin setelah solidnya data ekonomi China. Namun logam
mulia tersebut berhasil membukukan penguatan dalam enam kuartal berturut-turut karena kekhawatiran rontoknya
ekonomi global yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Di kuartal I-2020, harga emas membukukan penguatan
sekitar 4,6% berkat memanasnya konflik Iran-AS, yang kemudian disusul oleh pandemi global. Sentimen global
masih tetap rentan, meski pemerintah dan bank sentral dunia berkoordinasi untuk mengatasi ekonomi dari
kerusakan yang ditimbulkan penyebaran virus. Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka
pendekuntuk menguji level support di 1568 – 1560. Namun di area tersebut dapat memacu minat beli Emas
kembali mengincar rebound ke area 1584 – 1592.

Minyak Tertekan Paska Data Pasokan Cadangan Minyak

Harga minyak bergerak turun pada awal perdagangan kwartal baru untuk menyentuh level terendah di $20.05 per
barel setelah mencetak level penurunan terbesar kuartalan dan bulanan terbesar, di tengah pasar yang masih
dibayangi oleh ketakutan terhadap kelebihan pasokan secara global karena data dari Amerika Serikat semalam
menunjukkan kenaikan cadangan yang lebih besar dari perkiraan. Sentimen bearish di pasar minyak berpotensi
masih berlanjut setidaknya sampai aktivitas bisnis global dapat pulih dari lockdown Corona. Penurunan minyak
lebih dalam diperkirakan terbatas di area $19.40 – 18.80 per barrel sebelum akhirnya dapat kembali rebound
ke kisaran $28 per barrel.

market performance hsb investasi 1 april 20

market technical overview hsb investasi 1 april 20

index technical overview hsb investasi 1 april 20

Disclaimer

The rate and other information rendered herein by education & analysis HSB has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.