performa volatilitas-forex gold oil saham 09 juni 2020teknikal oscillator trend forex gold oil 09 juni 2020teknikal oscillator trend index saham 09 juni 2020

Pairing USDJPY Terkoreksi Namun Memacu Peluang Buy On Dip

Dollar melanjutkan trend pelemahan sepanjang bulan Juni ini terhadap berbagai mata uang utama. Perhatian selanjutnya akan tertuju pada pengumuman kebijakan moneter bank sentral, dimana para pelaku pasar akan memperhatikan apakah para pemangku kebijakan The Fed akan merubah pandangan setelah terjadi kenaikan rate of change data pengangguran. Bursa saham Wall Street sempat melemah tipis dan memicu pelemahan USDJPY setelah dilaporkan Badan riset ekonomi nasional AS telah memasuki resesi sejak February, breaking news tersebut dikombinasi atas rencana Presiden Trump kembali menekan China terkait Uighur memicu kejatuhan USDJPY cukup tajam. Pelemahan Dollar lebih lanjut masih menunggu pidato Gubernur Fed Powell di hari Rabu malam. Jika Powell bernada optimistis bahwa kontraksi ekonomi tidak seburuk yang diperkirakan semula, maka Dollar berpeluang stabil. Namun sebaliknya jika nada kehati- hatian Powell masih mewaspadai gelombang kedua virus Corona, maka Dollar berpeluang melanjutkan trend pelemahan. Meski Pairing USDJPY terkoreksi tajam, namun trend besarnya masih cenderung bullish mengikuti sentimen positif di bursa saham. Zona 106.30 – 106.92 dapat menjadi peluang beli di harga rendah.

Emas Terkoreksi Jelang FOMC Meeting

Harga emas bergerak naik pada sejak kemarin karena dukungan pada safe-haven jelang pertemuan moneter Federal Reserve, yang akan menambah keyakinan para investor atas dukungan stimulus untuk ekonomi A.S. Meski secara teknikal Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1680 – 1685, namun parameter lainnya seperti volatilitas Emas masih cukup stabil yang mengindikasikan belum ada kepanikan jual di Emas. Selain itu Emas yang berkorelasi tinggi terhadap yield obligasi. Dimana jika terjadi lonjakan yield obligasi akan menjadi faktor negatif untuk Emas. Namun menjelang rapat FOMC, terdapat potensi yield obligasi AS pada tenor 10-tahun akan ditekan turun oleh The Fed, untuk menjaga komitmen suku bunga rendahnya. Alasan ini yang menyebabkan pandangan Trend bullish Emas masih tidak berubah, dimana zona buying Emas dapat digeser ke kisaran support $1663 – $1671 per troy ons.

Minyak Berpeluang Koreksi Ke Kisaran $31.30 Per Barrel

Minyak WTI mengalami koreksi jadi kondisi jenuh beli (overbought) sejak hari Senin, kondisi technical RSI dan Stochastic Daily overbought ini selaras dengan narasi kekecewaan pasar terhadap keputusan OPEC+ hanya memperpanjang pembatasan produksi minyak mentah hingga akhir Juli 2020. OPEC bersama Rusia dan negara produsen minyak mentah lain telah sepakat pada pertemuan OPEC+ yang dilaksanakan hari Sabtu lalu. OPEC+ hanya sepakat melanjutkan pemangkasan hingga bulan Juli, lebih cepat dari ekspektasi pasar, hingga akhir Agustus 2020. Trend bearish Minyak WTI dapat berlanjut, dengan strategi trading menantikan zona $40.84- $41.64 untuk melakukan aksi selling. Atau jika ingin menjadi buyer minyak long term, dapat menantikan terjadi koreksi minyak lebih dalam ke kisaran $31.30 per barrel untuk melakukan aksi buying.